- REUTERS/Hannah Mckay
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Revolusi Taktik Lapangan Hijau Barcelona
Pep telah membangun struktur dan arsitek lapangan hijau yang kokoh. Itulah yang Guardiola buat lewat karya agungnya bernama “Tiki-Tika” lewat “penerbit” Barcelona. Mengutip Marca, dengan Tiki-Taka Barcelona, Guardiola meraih 14 trofi selama 4 tahun. Dan Barcelona 2010 adalah “prime era” sepanjang sejarah. Plus di tahun yang sama timnas Spanyol berhasil mengangkat trofi Piala Dunia pertamanya di Afrika Selatan. Prestasi yang sulit dipecahkan oleh pelatih manapun saat ini.
Menurut Kuhn, revolusi saintifik, terjadi ketika konsep lama tidak lagi memadai, munculnya bahasa baru, dan muncul cara melihat dunia (rumput hijau) yang baru. Dari filsuf berkepala pelontos ini muncul istilah-istilah bahasa baru yang berhasil dibumikan seperti: positional play, half-space, overload, rest defense, build-up, counter pressing, third man run. Selain itu muncul juga standar analisis yang sangat ketat dan tinggi yang masuk dalam unit analisis permainan seperti meningkatnya data analitik, GPS tracking, expected goals, video analysis, dan spatial control.
Selain itu istilah-istilah bahasa baru yang berhasil diwujudkan oleh Pep, sebagai bagian dari suatu ikatan sistem yang makin kompleks, canggih, detail, dan presisi, persis apa yang dibayangkan oleh Bruno Latour dalam Science in Action (1987), sebagai jaringan aktor (actor-network). Jaringan aktor itu adalah keberhasilan suatu fakta ilmiah bergantung pada hubungan antara berbagai aktor, baik manusia (ilmuwan, institusi, pendana) maupun nonmanusia (alat laboratorium, data, teknologi, dokumen atau arsip).
Artinya Barcelona “era baru” bukan hasil Pep saja. Tetapi jaringan, pelatih, GPS, statistik, La Masia, heat map, tim dokter, tim nutrisi, tim teknis, analis pertandingan, data analis, ahli fisio terapi, akademi, media, bahkan fans, semuanya menciptakan “Tiki-Taka” secara pararel. Selanjutnya dengan seperangkat tim teknis yang bekerja dengan luar biasa itu, menjadikan mereka semua sebagai komunitas ilmiah (episteme community) sepak bola ala Thomas Kuhn yang berpadu. Dengan Guardiola sebagai leading actor-nya.
Bahkan. mengutip UEFA.com, usai pertandingan final Liga Champions MU vs Barcelona di Wembley Stadium (2011), Ferguson (pelatih MU) mengakui bahwa Barcelona adalah tim terbaik yang pernah ia hadapi sepanjang kariernya sebagai manajer. Alex mengatakan “In my time as manager, it's the best team we've faced. Nobody's given us a hiding like that."