news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Timnas Spanyol menjadi juara Juara Piala Dunia 2026.
Sumber :
  • REUTERS/Hannah Mckay

Piala Dunia 2026: Spanyol dan Revolusi Taktik Lapangan Hijau Barcelona

Hampir semua klub-klub besar Liga Spanyol mengirimkan pemain hebat mereka, kecuali Real Madrid.
Senin, 27 Juli 2026 - 15:52 WIB
Editor :

Dan lebih jauh mengakui bahwa ada era taktik baru yang bergema.  Disinilah bagi Kuhn revolusi saintifik tidak berhenti pada muncul paradigma baru. “Paradigma baru” itu harus bertarung terus. Tidak hanya untuk diterima. Tapi sebagai new normal baru. Dipahami. Diadopsi. Dan dimodifikasi.

Barcelona dan Rezim Pengetahuan Tiki-Taka

Sampai pada tahap ini, Guardiola bersama Messi (Iniesta dan Xavi) membangun sebuah arsitektur agung yang belum pernah ada dalam sejarah sepak bola. Arsitektur yang menurut Michel Foucault (dalam The Archaeology of Knowledge-1969) sebagai rezim pengetahuan (regime of knowledge). Konsep ini menjelaskan bahwa apa yang dianggap sebagai pengetahuan dalam suatu masyarakat (dalam hal ini sepak bola) tidak berdiri secara netral, melainkan dibentuk oleh hubungan antara pengetahuan (knowledge) dan kekuasaan (power).

Dipikiran Pep, strategi harus dilapisi dengan seperangkat pengetahuan dan konsep matang yang akurat dan tepat. Sehingga sebelum peluit pertandingan dibunyikan, pemain telah memiliki seperangkat ide “untuk dipertarungkan” di medan laga. Dan kekuasaan (power) adalah kemampuan tim untuk menguasai di kulit bundar dengan ball possession yang unggul.

Di bawah arahan jenderal lini tengah, Xavi, Iniesta dan Busquest, peluang ditafsirkan untuk siapa gol harus dicetak. Metode apa yang mesti dilakukan untuk menghasilkan operan yang tak diketahui dan dipahami lawan. Serta bagaimana suatu gol disebarluaskan (ke pemain lain), dipertahankan dan ditingkatkan.

Tiki-Taka itulah yang pada akhirnya membuat sekolah akademi Barca, La Masia, bertransformasi menjadi penjara panopticon ala Foucault, yang mengawasi setiap visi, misi, pikiran, tubuh dan gerakan. Sebagai individu, tubuh pemain Barcelona telah bertransformasi menjadi disciplined tactical intelligence.

Tubuh pemain Cules itu, dinormalisasi dan displinkan dengan teknik rondo. Teknik “kucing-kucingan” dalam sebuah lingkaran kecil berjumlah 6-8 orang, dimana 2-3 pemain lainnya, mengejar bola tanpa henti. Mungkin juga itu bagian dari proses docile bodies (tubuh yang didisiplinkan). Lewat seperangkat sistem yang ajeg. Pemain bukan sekadar bergerak. Tapi juga bukan robot. Mereka dilatih untuk berpikir melalui dan dalam sistem.  Dan pendidikan itu semua, sudah didisplinkan sejak masa belia di La Masia.

Berita Terkait

1 2 3 4 5
6
7 8 9 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:16
07:17
05:12
01:06
07:18
02:36

Viral