- REUTERS/Paul Childs
Kepulauan Falklands Terseret, Lionel Scaloni Tak Ingin Bawa-bawa Politik di Laga Semifinal Piala Dunia Argentina Vs Inggris
Jakarta, tvOnenews.com - Laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Inggris menjadi laga paling dinantikan. Tak hanya di dalam lapangan, tapi juga di luar lapangan dengan panasnya politik di antara kedua negara.
Adalah Kepulauan Folkland, wilayah yang pernah menjadi sengketa antara Inggris dan Argentina, kembali terseret jelang laga semifinal Piala Dunia.
Pertandingan ini akan digelar di Stadion Atlanta, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Terseret isu politik, pelatih Argentina, Lionel Scaloni meminta suporter untuk tak menyeret politik dalam laga panas ini.
Lionel Scaloni menegaskan bahwa sejarah kelam tersebut tidak boleh dibawa ke dalam pertandingan sepak bola.
"Kenyataannya ini adalah pertandingan sepak bola. Saya tidak akan mencampuradukkan semuanya, terutama sebagai bentuk penghormatan terhadap apa yang terjadi bertahun-tahun lalu," ujar Lionel Scaloni dikutip dari laman BBC, Rabu (15/7/2026).
Albiceleste bertekad mempertahankan gelar juara dunia, sementara The Three Lions memburu penampilan pertama mereka di final Piala Dunia sejak 1966.
Rivalitas kedua negara tidak hanya dibangun oleh sejarah pertemuan di lapangan hijau, tetapi juga konflik Perang Falkland pada 1982 yang berlangsung selama 74 hari.
Perang tersebut menewaskan 649 tentara Argentina, 255 personel militer Inggris, serta tiga warga sipil. Hingga kini, wilayah Kepulauan Falkland—atau Las Malvinas menurut Argentina—masih menjadi sengketa kedaulatan antara kedua negara.
"Itu adalah periode yang sangat menyedihkan dalam sejarah kami dan tidak banyak yang bisa kami lakukan mengenai hal itu. Itulah kenyataannya," katanya.
"Saat ini masih ada perang yang terjadi di berbagai belahan dunia dan kami tentu mengkritik adanya peperangan. Kami pasti mengenang orang-orang yang menjadi korban. Namun ini adalah pertandingan sepak bola dan kita tidak boleh mencampurkan keduanya," lanjutnya.
Lionel Scaloni tentu ingin berpartisipasi untuk menekan tingginya atmosfer jelang laga di antara kedua suporter beda benua ini. Bahkan otoritas Amerika Serikat menerapkan langkah keamanan ekstra mengingat tingginya tensi sejarah antara pendukung Inggris dan Argentina.
Sebelumnya, beberapa pemain Argentina sempat menjadi sorotan usai kemenangan dramatis 3-2 atas Mesir di babak 16 besar.