news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Wasit Anulir Gol, Persebaya Gagal Kalahkan 10 Pemain Dewa United.
Sumber :
  • Persebaya

Usai Rekor 13 Laga Tak Terkalahkan Persebaya Terhenti, Bernardo Tavares Siapkan Strategi Khusus di Ramadan Jelang Duel Krusial

Persebaya Surabaya bangkit usai kalah, fokus hadapi Persijap Jepara di Ramadan. Bernardo Tavares atur latihan demi hindari cedera dan jaga konsistensi tim.
Jumat, 20 Februari 2026 - 13:52 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Perjalanan Persebaya Surabaya menuju pekan ke-22  Super League 2025-2026 tidak berlangsung sesuai harapan. Tim Bajul Ijo harus menerima kekalahan 1-2 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pertandingan sebelumnya.

Hasil tersebut sekaligus menghentikan tren positif yang sudah dibangun dalam 13 laga beruntun tanpa kekalahan. Catatan impresif itu sebelumnya menjadi modal penting bagi Persebaya dalam menjaga posisi di papan klasemen.

Kini fokus tim langsung beralih ke laga tandang kontra Persijap Jepara. Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menegaskan kekalahan itu harus dijadikan bahan evaluasi sekaligus pemicu semangat untuk bangkit.

Situasi semakin menantang karena persiapan dilakukan di tengah bulan Ramadan. Kondisi ini membuat tim pelatih perlu menyesuaikan program latihan agar tetap efektif sekaligus menjaga kebugaran pemain yang menjalankan ibadah puasa.

"Kami akan berusaha menjaga situasi ini supaya tidak ada pemain yang cedera. Karena kalau tidak makan dan tidak minum, intensitas latihan tidak bisa terlalu tinggi. Jadi kami akan mencoba mengontrol hal tersebut," ujar pelatih asal Portugal itu dikutip dari situs I.League.

Tavares juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas permainan sepanjang laga. Ia berharap anak asuhnya mampu tampil konsisten sejak awal hingga peluit akhir, terutama pada pertandingan pertama selama Ramadan.

"Itu tidak akan mudah, tapi saya yakin tim akan berusaha," imbuhnya.

Di sisi lain, kiper Persebaya Andhika Ramadhani memastikan seluruh pemain siap mengikuti instruksi tim pelatih selama bulan puasa. Ia menilai skuad sudah terbiasa menghadapi situasi serupa dalam beberapa musim terakhir.

"Kami mengikuti arahan pelatih saja. Kalau di bulan biasa mungkin intensitas latihan lebih tinggi dibanding bulan Ramadan. Di bulan puasa juga tidak memungkinkan latihan dengan intensitas tinggi, kecuali kalau latihan malam seperti tahun-tahun sebelumnya," tutur Andhika.

"Jadi insyaallah kami sudah terbiasa menjalani itu saat Ramadan," pungkasnya. (fan)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

21:54
05:06
03:36
29:02
04:42
05:28

Viral