- REUTERS/Tony O Brien
Pep Guardiola Beri Sinyal Tinggalkan Manchester City, Efek Gagal Juara Liga Inggris Gara-gara Arsenal?
Jakarta, tvOnenews.com - Masa depan Pep Guardiola di Manchester City kembali menjadi sorotan besar setelah The Citizens gagal mempertahankan gelar Liga Inggris musim ini. Rumor kepergian pelatih asal Catalunya itu semakin panas usai Manchester City hanya bermain imbang 1-1 melawan Bournemouth di Stadion Vitality, Selasa malam waktu setempat.
Hasil tersebut membuat Arsenal resmi mengunci gelar Liga Inggris dengan satu pertandingan tersisa. Kegagalan Manchester City mengejar Arsenal bukan satu-satunya kabar yang membuat pendukung mereka gelisah.
Sejumlah laporan di Inggris menyebut Guardiola berpotensi meninggalkan klub pada akhir musim, meski pihak City disebut masih menganggap sang pelatih terikat kontrak hingga 2027. Guardiola kemudian angkat bicara setelah laga melawan Bournemouth.
Ia tidak secara tegas membantah maupun mengonfirmasi rumor tersebut, tetapi menegaskan bahwa keputusan soal masa depannya harus dibicarakan lebih dulu dengan petinggi klub.
"Percakapan yang saya lakukan selama bertahun-tahun, berdasarkan pengalaman saya, selalu menunjukkan bahwa pengumuman apa pun yang Anda sampaikan selama kompetisi adalah hasil yang buruk," katanya kepada Sky Sports.
"Jadi, seperti yang Anda pahami, orang pertama yang harus saya ajak bicara adalah ketua saya. Karena kami berdua yang memutuskan setelah musim berakhir, kami akan duduk dan berbicara. Sesederhana itu. Dan setelah itu kami akan mengambil keputusan," lanjutnya,
Pernyataan itu membuat spekulasi semakin liar. Pasalnya, Guardiola tidak memberi jaminan bahwa dirinya akan tetap memimpin Manchester City musim depan, meskipun ia masih memiliki sisa kontrak.
Ketika ditanya apakah peluang untuk pergi masih terbuka, Guardiola kembali memberi jawaban diplomatis. Ia menegaskan tidak ingin membuat keputusan penting di hadapan media sebelum berbicara dengan orang-orang di dalam klub.
"Dengar, saya masih memiliki kontrak satu tahun lagi. Saya tidak akan memberi tahu Anda di sini karena saya harus berbicara dengan ketua dan para pemain serta staf saya," katanya.
"Karena ketika kami bermain untuk Piala FA, ketika kami bermain sebelum kualifikasi Liga Champions, ketika kami bermain untuk Liga Premier, hanya satu hal dalam pikiran dan fokus saya adalah mencoba membawa tim ke titik tertinggi. Hanya itu yang harus kita lakukan," sambungnya.
Guardiola juga menegaskan bahwa dirinya tetap merasa bahagia berada di Manchester City. Namun, kalimat tersebut belum cukup meredam isu bahwa era panjangnya di Etihad Stadium bisa segera berakhir.
"Saya adalah orang paling bahagia di planet ini karena berada di klub ini. Klub ini sungguh luar biasa," ucapnya.
"Saat ini, tentu saja, musim telah berakhir bagi kami. Kami tidak akan sampai di pertandingan terakhir bersama para penggemar kami. Tetapi saya tahu mereka akan datang karena saya melihat musim yang intens ini benar-benar bagus di banyak momen. Dan itulah yang harus kita lakukan sampai akhir," pungkasnya,
Guardiola datang ke Manchester City pada 2016 dan mengubah klub tersebut menjadi kekuatan dominan di Inggris. Dalam masa kepemimpinannya, City meraih banyak trofi besar, termasuk gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub. (fan)