- ANTARA/AFP/DARREN STAPLES/DARREN STAPLES
Disebut sebagai Pengganti Ideal Xabi Alonso, Jurgen Klopp Malah Sindir Keras Real Madrid
Jakarta, tvOnenews.com - Isu kepindahan Jurgen Klopp ke Real Madrid kembali mencuat setelah klub raksasa Spanyol itu memecat Xabi Alonso dari kursi pelatih. Mantan manajer Liverpool dan Borussia Dortmund tersebut untuk kedua kalinya menanggapi rumor yang mengaitkan dirinya dengan Los Blancos.
Nama Klopp disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat yang diminati Real Madrid untuk musim panas mendatang. Situasi ini muncul di tengah spekulasi bahwa Madrid bisa berpisah dengan Alvaro Arbeloa jika proyek kepelatihannya tak berjalan sesuai harapan.
Pekan lalu Klopp sudah membantah kabar yang menghubungkannya dengan Santiago Bernabeu. Namun, beredar pula isu bahwa Madrid adalah satu dari dua pekerjaan yang mungkin dipertimbangkannya jika ia kembali melatih.
Di sisi lain, media Spanyol menyebut Real Madrid tertarik pada Klopp sebagai opsi jangka pendek. Los Blancos bahkan dikabarkan bisa mencoba membujuknya keluar dari masa pensiun.
Klopp sendiri kini menjabat sebagai Kepala Sepak Bola Global untuk Red Bull. Dalam pernyataannya kepada AFP yang dikutip Diario AS, ia mengaku reaksinya campur aduk saat mendengar kabar kepergian Xabi Alonso.
“Ketika saya mendengar tentang Xabi Alonso, saya agak bingung. Ya, saya terkejut, dan tidak, saya tidak terkejut. Saya berpikir, 'Apa?' Dan kemudian saya berkata, 'Tentu saja,' Begitulah selalu keadaannya di Madrid ketika mereka tidak berada di puncak klasemen,” katanya.
Terkait rumor menggantikan Alonso, Klopp menegaskan bahwa dirinya merasa nyaman dengan peran yang saat ini dijalani. Ia menilai fase hidupnya sekarang jauh dari tekanan dunia kepelatihan harian.
“Saya berada di titik dalam hidup saya di mana saya benar-benar puas dengan situasi saya. Saya tidak ingin berada di tempat lain. Saya tidak merasa gugup ketika mendengar bahwa Real Madrid dikabarkan tertarik, jika memang itu masalahnya; itu hanya spekulasi media.”
Meski begitu, Klopp tidak sepenuhnya menutup pintu untuk kembali ke pinggir lapangan. Ia mengakui bahwa masa depan selalu sulit ditebak, termasuk kemungkinan melatih lagi.
“Saat ini saya akan bilang tidak, tapi saya tidak bisa bilang tidak akan pernah. Saya rasa saya tidak akan berubah pikiran, tapi saya tidak tahu.”