- REUTERS/Matteo Ciambelli
Omongan Jujur Pelatih Cremonese usai Lihat Emil Audero Jadi Korban Serangan Petasan Fans Inter Milan
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Cremonese, Davide Nicola, memberikan reaksi setelah Emil Audero menjadi korban serangan petasan fans Inter Milan. Sang kiper Timnas Indonesia mengalaminya di laga lanjutan Liga Italia 2025-2026.
I Grigiorossi menjamu Nerazzurri di Stadio Giovanni Zini pada Senin (2/2/2026) dini hari tadi WIB. Inter berhasil menang dengan skor 2-0 berkat gol-gol dari Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski.
Dua gol tersebut tercipta di awal permainan. Namun, insiden tak terduga justru terjadi awal babak kedua.
Pada menit ke-49, sebuah petasan dilempar dari tribun tandang yang diisi oleh para fans Inter Milan. Itu hampir melukai Audero.
Sang kiper Timnas Indonesia dilaporkan menderita luka kecil, sebagaimana warta dari media-media Italia. Namun, Audero masih tetap bisa melanjutkan permainan.
Eks kiper Inter Milan dan Juventus itu menjadi sorotan setelah pertandingan hingga para tokoh penting angkat bicara. Presiden Inter, Giuseppe Marotta, dan kapten Lautaro Martinez menyampaikan reaksinya setelah laga.
Marotta memuji profesionalisme Audero selagi Lautaro meminta maaf kepada Audero. Aksi tersebut dianggap sebagai gestur yang bodoh.
Pelatih Cremonese, Davide Nicola, juga angkat bicara setelah pertandingan. Dia mengaku sempat takut bahwa insiden itu akan melukai sang penjaga gawang.
"Saya hanya melihat bagian terakhir dan merasa takut karena saya pikir dia telah dipukul, tetapi kemudian Emil merasa ingin melanjutkan. Saya menyukai keadilan; dia melakukan apa yang menurutnya perlu dan benar untuk melanjutkan,” kata Nicola, dilansir dari situs resmi Cremonese.
“Ini adalah insiden yang dapat diberantas jika kita mau, dan saya mengatakan itu terlepas dari siapa yang melakukannya. Beberapa hal sudah lama, tidak ada yang mengenali dinamika tertentu,” tambahnya.
Nicola pun berharap agar pihak-pihak berwenang bertanggung jawab atas situasi ini. Dia mengharapkan adanya solusi yang tidak merugikan pihaknya.
“Saya meminta mereka yang bertanggung jawab untuk meningkatkan budaya olahraga mereka dan menemukan solusi; saya bukan hakim atas siapa pun," pungkasnya.
Sementara itu, media Italia, La Gazzetta dello Sport dan Corriere dello Sport, melaporkan bahwa pelaku pelemparan mengalami luka dan dibawa ke rumah sakit terdekat di Cremona. Aksi tersebut membuatnya mengalami luka pada tiga jarinya. (rda)