- tvOnenews.com - Taufik Hidayat
Imbas Kasus Dean James, Media Vietnam Sebut Liga Belanda Bisa Alami Kekacauan Besar Musim Ini: Ratusan Pertandingan Bakal Diulang!
Kasus ini mencuat setelah salah satu presenter podcast tersebut, Rogier Jacobs, membahas status Dean James pada pertengahan Maret 2026. Ia menjelaskan bahwa pemain Belanda yang memilih membela negara lain berpotensi kehilangan kewarganegaraan aslinya sesuai aturan yang berlaku.
Dalam klip podcast itu, Jacobs bahkan menyebut dampak langsung yang mungkin terjadi bagi NAC Breda. “Jika NAC mengetahui hal ini dan mengajukan gugatan, pertandingan ini dapat dengan mudah berubah menjadi kemenangan bagi NAC,” ujarnya.
Klip tersebut kemudian didengar oleh pihak NAC Breda, termasuk Remco Oversier, yang langsung mengambil langkah lanjutan. Mereka berkonsultasi dengan pengacara sebelum akhirnya melayangkan protes resmi kepada KNVB.
Kasus ini ternyata tidak berdiri sendiri dan berpotensi meluas. Setidaknya ada sekitar 25 pemain lain di Liga Belanda yang diduga memiliki persoalan serupa terkait status kewarganegaraan ganda.
- Instagram - Neraysho Kasanwirjo
Jika gugatan ini dikabulkan, efek domino hampir pasti terjadi di seluruh liga. Klub-klub lain bisa mengikuti langkah NAC Breda dan memperbesar krisis yang tengah mengancam kompetisi.
KNVB pun telah mengeluarkan peringatan terkait kemungkinan terburuk yang bisa terjadi. Salah satu opsi ekstrem yang kini dipertimbangkan adalah menggelar ulang pertandingan secara massal demi menjaga integritas liga.
“Ini adalah insiden yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sepak bola Eropa,” tegas laporan Soha.vn. Pernyataan itu menggambarkan betapa seriusnya dampak kasus ini terhadap stabilitas kompetisi.
Sejumlah klub besar di Belanda kini dikabarkan mulai menyiapkan langkah hukum masing-masing. Mereka berupaya mengantisipasi kemungkinan kerugian jika jadwal liga berubah drastis.
Seluruh pelaku sepak bola di Negeri Kincir Angin kini menanti keputusan penting dari Pengadilan Utrecht. Putusan yang dijadwalkan keluar pada 4 Mei mendatang akan menjadi penentu arah nasib musim 2025/2026.
Ketidakpastian ini membuat masa depan kompetisi benar-benar berada di ujung tanduk. Semua pihak berharap ada solusi yang tidak merusak keseluruhan ekosistem sepak bola Belanda.
(sub)