- Instagram @persija
Gaji 'Gila' Super League Bikin Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Rama-ramai Pulang Kampung, Bung Harpa Bongkar Faktanya!
Kenyamanan di Balik Perjuangan Keras
- dewaunited.com
Selain faktor finansial, aspek psikologis juga memegang peran penting. Berkarier di luar negeri bukan perkara mudah; pemain harus berhadapan dengan budaya asing, cuaca ekstrem, hingga rasa kesepian, semuanya dengan gaji yang tidak seberapa.
Bung Harpa memberikan contoh lain, yakni pada kasus Marselino Ferdinan. Apabila pemain Timnas Indonesia tersebut bermain di Indonesia, bukan tidak mungkin jika mereka bisa lebih dekat dengan orangtua dan keluarga.
"Orangnya asing segala macem, gajinya kecil, coba balikin ke diri kita, emang susah juga," ujar Bung Harpa.
"Ini udah di Tanah Air, bisa makan sop kaki kambing setiap seminggu sekali, gaji gede, deket sama orangtua," lanjutnya.
Tantangan Menjaga Kualitas
- Dewa United
Meski hak asasi pemain untuk memilih pelabuhan karier harus dihormati, ada satu catatan besar yang tidak boleh diabaikan.
Tantangan utama bagi para pemain diaspora ini adalah bagaimana menjaga standar permainan mereka, agar tidak merosot setelah bermain di Super League.
Kekhawatiran terbesarnya adalah jika mereka pindah hanya untuk menjadi penghias bangku cadangan atau terbuai zona nyaman, yang pada akhirnya akan merugikan performa Timnas Indonesia di level internasional. (ism)