news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pramono Ungkap Biang Kerok Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati

Rabu, 1 April 2026 - 14:41 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, sempat menggunung akibat terganggunya pengangkutan pasca longsor di zona 4A TPST Bantargebang pada awal Maret lalu. 

Ketinggian sampah di tempat pembuangan sementara bahkan mencapai sekitar enam meter dengan total volume diperkirakan hampir 7.000 ton.

Untuk mengangkut seluruh sampah tersebut dibutuhkan sekitar 410 truk. Namun hingga beberapa waktu lalu, hanya tersedia sekitar 13 truk pengangkut yang beroperasi dari Pasar Induk Kramat Jati menuju TPST Bantargebang. 

Kondisi ini menyebabkan sampah menumpuk dan menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas pedagang dan pembeli.

Selain keterbatasan armada, longsor di TPST Bantargebang juga sempat membuat operasional pembuangan terganggu sehingga sampah tidak dapat segera diangkut. Tumpukan sampah yang meluber hingga ke bahu jalan juga memicu antrean kendaraan bongkar muat di kawasan pasar.

Pedagang mengeluhkan kondisi tersebut karena berdampak pada kesehatan dan kenyamanan. Mereka juga menyoroti biaya retribusi kebersihan yang tetap dibayarkan sekitar Rp550 ribu hingga Rp600 ribu, namun pengangkutan sampah belum optimal.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan kondisi saat ini mulai membaik seiring kembali normalnya operasional TPST Bantargebang. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyiapkan langkah jangka panjang, termasuk rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah untuk mengurangi beban Bantargebang.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:40
01:53
08:13
08:38
02:28
01:26

Viral