Pantauan Harga Plastik di Pasar Klender, Pedagang: Harga Naik Semenjak Perang
Jakarta, tvOnenews.com - Harga plastik di sejumlah daerah di Indonesia mengalami kenaikan signifikan akibat kelangkaan pasokan impor dari Timur Tengah.
Lonjakan harga bahkan mencapai hingga 100 persen dan mulai berdampak pada pedagang pasar serta pelaku UMKM.
Di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, harga plastik dilaporkan naik hampir dua kali lipat. Kondisi tersebut mendorong sebagian pedagang menggunakan kemasan alternatif yang lebih ramah lingkungan seperti kertas untuk menjaga margin keuntungan.
Meski harga melambung, tren penjualan di toko plastik masih terpantau normal karena plastik masih menjadi kebutuhan utama bagi pedagang pasar tradisional.
Kenaikan serupa juga terjadi di Sumedang, Jawa Barat. Harga plastik jenis polipropilena atau plastik PP di tingkat distributor melonjak hingga 100 persen.
Jika sebelumnya distributor mengeluarkan modal sekitar Rp25.000 per kilogram, kini harga pembelian meningkat tajam. Kondisi ini membuat sejumlah pengusaha plastik mengalami penurunan penjualan.
Sementara itu di Ternate, Maluku Utara, harga berbagai jenis plastik naik hingga 70 persen. Kenaikan tersebut berdampak langsung kepada pedagang kecil yang setiap hari menggunakan plastik untuk mengemas barang dagangan.
Warga dan pelaku UMKM berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga agar tidak memicu kenaikan harga produk makanan dan minuman.
Pantauan di Jakarta Timur menunjukkan kenaikan harga juga terjadi di tingkat pedagang. Di Pasar Klender, seorang pedagang plastik, Haji Marlon, mengatakan harga plastik mengalami kenaikan hingga sekitar 70 persen. Ia menyebut hampir semua jenis plastik berbahan PE mengalami kenaikan.
Menurutnya, harga plastik yang sebelumnya berada di kisaran Rp35 ribu kini naik menjadi sekitar Rp55 ribu.
Kenaikan tersebut berasal dari pabrik akibat dampak konflik di Timur Tengah yang mempengaruhi pasokan bahan baku.
Meski harga meningkat, penjualan masih relatif stabil. Pedagang menyebut pembeli kini lebih selektif dengan mencari harga yang lebih murah atau mencampur jenis belanja agar tetap menekan biaya.
Pedagang berharap konflik di Timur Tengah segera mereda agar harga plastik kembali normal. Mereka juga meminta pemerintah mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga, mengingat plastik masih menjadi kebutuhan penting bagi aktivitas perdagangan sehari-hari.