news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Negosiasi Memanas AS-Iran di Jurang Perang

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:35 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Pakar hubungan internasional dari BINUS dan Sinergi Policy, Dina Prapto Raharja, menilai negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran masih bergerak maju meski berlangsung alot. 

Ia menyebut fokus utama saat ini bukan lagi semata isu nuklir, melainkan stabilitas kawasan Timur Tengah dan pembukaan kembali jalur strategis Selat Hormuz. 

Dalam diskusi televisi, Dina menilai konflik berkepanjangan akan berdampak serius terhadap pasokan minyak global. 

Menurutnya, negara-negara kawasan seperti Turki, Mesir, hingga negara Teluk memiliki kepentingan besar agar jalur energi tetap terbuka dan situasi tidak semakin meluas.

Sementara itu, pengamat intelijen dan militer Anton Ali Abbas menyebut ada kemungkinan muncul kesepakatan gencatan senjata sementara selama 60 hari sebagai jalan tengah negosiasi. 

Ia menilai pembahasan terkait Selat Hormuz kini menjadi prioritas utama karena menyangkut kepentingan ekonomi global dan pencabutan sebagian sanksi terhadap Iran. 

Anton juga menilai isu pengayaan uranium sengaja dipisahkan dari pembahasan awal karena Iran ingin mempertahankan nuklir sebagai kartu tawar strategis dalam diplomasi dengan Amerika Serikat. 

Di sisi lain, Iran juga berusaha menunjukkan kepada publik domestik bahwa mereka tidak tunduk pada tekanan Barat.

Dina menambahkan tekanan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak hanya datang dari situasi geopolitik, tetapi juga dari dinamika politik domestik di AS. 

Ia menilai perang berkepanjangan berpotensi memperburuk tekanan ekonomi dan politik terhadap pemerintahan Trump.

Keduanya sepakat kemungkinan terbesar saat ini adalah negosiasi yang terus berlanjut dengan status quo yang tetap rapuh, sementara opsi eskalasi militer dinilai masih ada namun menjadi pilihan terakhir.
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:14
15:39
01:02
02:30
02:47
06:38

Viral