650 Jiwa Korban Gempa NTT Masih Mengungsi di Halaman SD Robo
Manggarai, tvOnenews.com - Aktivitas warga Desa Ranaka, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai berangsur normal hampir tiga pekan setelah gempa melanda wilayah tersebut. Namun, puluhan keluarga masih bertahan di pengungsian karena rumah mereka mengalami kerusakan berat.
Sebanyak 57 kepala keluarga atau sekitar 650 jiwa masih mengungsi di area SD Robo, Desa Ranaka. Mereka menempati tenda mandiri maupun tenda yang disediakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Warga dengan rumah yang mengalami kerusakan ringan dan sedang sebagian telah kembali ke rumah masing-masing. Pemerintah daerah memperbolehkan mereka kembali beraktivitas dengan tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Tenda-tenda pengungsian masih dipertahankan sebagai tempat berlindung sementara apabila gempa susulan kembali terjadi.
Aktivitas masyarakat di Desa Ranaka juga mulai kembali berjalan. Warga mulai bekerja, termasuk kembali berkebun. Kegiatan belajar mengajar juga telah dimulai sejak Rabu (2/9/2026).
Meski berlangsung dalam kondisi terbatas, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan di dalam tenda dengan fasilitas seadanya. Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para siswa untuk kembali mengikuti pembelajaran.
Bantuan Rumah Menunggu Masa Tanggap Darurat
Memasuki hampir tiga pekan pascagempa, distribusi bantuan bagi warga terdampak di Desa Ranaka terus dilakukan. Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pokok, pakaian, hingga tenda.
Pemerintah daerah juga telah menyiapkan skema bantuan untuk rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa. Bantuan akan dibedakan berdasarkan tingkat kerusakan bangunan.
Rumah dengan kategori rusak ringan dan rusak sedang nantinya akan mendapatkan bantuan berupa uang. Adapun rumah yang mengalami kerusakan berat akan mendapatkan bantuan pembangunan rumah baru.
Penyaluran bantuan untuk perbaikan maupun pembangunan kembali rumah tersebut akan dilakukan setelah masa tanggap darurat berakhir.
Masa tanggap darurat gempa di Kabupaten Manggarai dijadwalkan berakhir pada Sabtu (12/9/2026). Setelah itu, penanganan akan memasuki tahap pemulihan, termasuk proses perbaikan dan pembangunan kembali rumah warga terdampak.