- Gambar ilustrasi AI
Teknologi Bikin Layanan Dokter Gigi Lebih Transparan, Dari Reservasi hingga Cek Estimasi Biaya Perawatan
tvOnenews.com - Kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan gigi masih menjadi tantangan di banyak negara, termasuk Indonesia.
Rasa takut ke dokter gigi, antrean panjang, hingga kekhawatiran soal biaya menjadi alasan klasik yang membuat banyak orang menunda perawatan.
Di tengah kondisi tersebut, transformasi digital mulai dianggap sebagai solusi untuk membuat layanan kesehatan gigi lebih mudah diakses dan lebih efisien.
Fenomena ini sebenarnya bukan hanya terjadi di Indonesia. Sejumlah negara maju seperti Jepang, Inggris, hingga Amerika Serikat telah lebih dulu memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan pengalaman pasien di klinik gigi.
Mulai dari sistem reservasi online, rekam medis digital, konsultasi virtual, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk analisis kesehatan gigi kini menjadi bagian dari tren global industri dental care.
Fenomena serupa mulai terlihat di Indonesia melalui transformasi lewat pengembangan aplikasi digital yang kini diklaim telah digunakan lebih dari 1,5 juta pengguna.
Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari perubahan layanan kesehatan gigi yang semakin mengarah pada kemudahan akses, efisiensi waktu, dan pengalaman pasien yang lebih nyaman.
Melansir dari Antara, founder & CEO FDC, drg. Ita Lestari, MARS mengatakan tantangan terbesar layanan kesehatan gigi selama ini bukan hanya soal akses, tetapi juga persepsi masyarakat terhadap pengalaman ke dokter gigi.
“FDC Dental Clinic lahir bukan hanya untuk memberikan layanan kesehatan gigi, tetapi juga mengubah pengalaman masyarakat ketika datang ke dokter gigi. Banyak orang merasa takut, menganggap mahal, dan prosesnya lama. Karena itu kami membangun konsep klinik yang nyaman seperti café, tim yang dilatih dengan pendekatan hospitality dan layanan prima, serta sistem digital yang membuat reservasi dan pelayanan menjadi jauh lebih praktis dan transparan,” ujar drg. Ita Lestari.
Kesadaran Periksa Gigi di Indonesia Masih Rendah
Digitalisasi layanan kesehatan gigi dinilai penting karena tingkat kesadaran masyarakat Indonesia untuk rutin memeriksakan gigi masih tergolong rendah.
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dari Kementerian Kesehatan RI, masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi salah satu keluhan kesehatan yang banyak dialami masyarakat Indonesia.