- Istimewa
Mahasiswa Sastra Perancis UGM Meninggal Sekeluarga di Temanggung Ternyata Semester Ini Dijadwalkan Sidang Skripsi
Sleman, tvOnenews.com - Seorang mahasiswa Program Studi Sastra Perancis, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dilaporkan meninggal dunia bersama tiga anggota keluarganya di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (27/5/2026) sore.
Kabar duka tersebut menyebar di lingkungan kampus dan meninggalkan kesedihan mendalam bagi rekan mahasiswa serta sivitas akademika.
Berita duka disiarkan melalui akun Instagram @kagama_id dan @fib.ugm. Pihak kampus mengetahui kabar meninggalnya Bagar Amar Hakiki (21) pada Rabu dini hari.
"Tadi pukul 02.36 WIB, saya mendapat whatsapp (kabar meninggalnya Bagas) dari ibu Wakil Dekan 1," kata Setiadi, Dekan Fakultas Ilmu Budaya UGM saat dihubungi, Kamis (28/5/2026).
Pada hari ini, pihak kampus telah melayat ke rumah duka.
Diketahui, Bagas Amar Hakiki merupakan mahasiswa prodi Sastra Perancis angkatan 2022. Almarhum dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dan rajin.
Saat ini, Bagas disebut tengah menjalani masa akhir studi dan dijadwalkan mengikuti sidang skripsi pada semester ini.
"Sekarang masuk bab 3 dan rencana akan sidang skripsi di semester ini," ungkap Aprillia Firmonasari, Kaprodi Sastra Perancis UGM.
Menurut informasi dari dosen pembimbing, kata Aprillia, Bagas mengangkat judul skripsi 'Dilema Moral dan Kebijakan Imigrasi Prancis dalam Novel _Naufrage_ Karya Vincent Delecroix'.
"Dari dosen pembimbing kesannya (selama membimbing almarhum) sangat baik, anaknya sopan, humoris dan menyenangkan. Dia mengerjakan skripsi dengan lancar," ucap Aprillia.
Selain kuliah, Bagas diketahui juga aktif di Unit Fotografi (UFO) dan pernah menjadi Ketua UFO periode 2023/2024. Kemudian, pernah magang di TV One Biro Yogyakarta dan menjadi fotografer di Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta.
Diberitakan sebelumnya, Bagas meninggal bersama tiga anggota keluarga lainnya yaitu ayahnya bernama Muhammad Ali Munawar (52), ibunya Maghfirah (43) dan adiknya inisial AEH (16).
Mereka ditemukan tak bernyawa ketika sedang berwisata di Kawasan Wisata Alam Posong, Temanggung. Jasad mereka ditemukan di dalam tenda glamping safari nomor 3.
Aparat kepolisian mengungkap dugaan awal penyebab kematian keempat korban mengarah pada keracunan dan hipotermia. Meski demikian, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari laboratorium forensik. Hingga kini, kasus ini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. (scp/nsp)