- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Indonesia Punya 6 Komoditas Kelas Dunia, Cadangannya Bisa Jadi Modal Ekonomi hingga Puluhan Tahun
tvOnenews.com - Indonesia bukan hanya memiliki wilayah yang luas dan jumlah penduduk besar. Di bawah permukaan tanahnya tersimpan berbagai komoditas yang menjadi bahan baku penting bagi industri global.
Nikel, timah, bauksit, emas, batu bara, hingga tembaga menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang diperhitungkan dalam peta pertambangan dunia.
Data pemerintah dan lembaga internasional menunjukkan posisi tersebut bukan sekadar klaim. U.S. Geological Survey (USGS) mencatat Indonesia pada 2024 menjadi produsen nikel terbesar dunia dengan kontribusi sekitar 62 persen produksi global, sekaligus produsen timah terbesar kedua dengan sekitar 19 persen produksi dunia.
Untuk nikel, data USGS terbaru memperkirakan cadangan Indonesia mencapai 62 juta ton dan produksi 2025 sekitar 2,6 juta ton.
Komoditas lainnya juga menunjukkan posisi strategis. Publikasi Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat Indonesia memiliki sekitar 55 juta ton cadangan logam nikel, 24 juta ton tembaga, 3.420 ton emas, dan 1,387 juta ton timah berdasarkan data 2024.
Dalam publikasi tersebut, Indonesia tercatat sebagai pemilik cadangan nikel terbesar, timah terbesar, sementara tembaga berada di posisi kesembilan dan emas di posisi keenam dunia. Untuk bauksit, cadangan Indonesia sekitar 2,8 miliar ton dan berada di antara pemilik cadangan terbesar dunia.
Enam Komoditas yang Menempatkan Indonesia di Peta Dunia
Nikel menjadi contoh paling mencolok. USGS memperkirakan Indonesia memiliki 62 juta ton cadangan nikel pada 2025, terbesar di antara negara yang datanya tersedia. Produksi tambang Indonesia juga mencapai sekitar 2,6 juta ton pada 2025.
Besarnya produksi tersebut membuat Indonesia menjadi pemasok utama bahan baku industri stainless steel dan rantai pasok baterai. ([USGS Publications][3])
Timah juga memiliki posisi penting. USGS mencatat Indonesia sebagai produsen timah terbesar kedua dunia pada 2024. Sementara data Badan Geologi menunjukkan cadangan logam timah Indonesia mencapai sekitar 1,387 juta ton.
Pada bauksit, Indonesia juga mempunyai cadangan yang besar. USGS memperkirakan cadangan bauksit Indonesia mencapai 2,9 miliar ton pada 2025, menempatkannya di posisi keempat dunia. Produksi bauksit Indonesia pada tahun yang sama diperkirakan sekitar 10 juta ton.
Emas dan tembaga melengkapi daftar tersebut. Data Badan Geologi 2024 mencatat cadangan emas Indonesia sekitar 3.420 ton dan tembaga 24 juta ton. Indonesia berada di peringkat keenam dunia untuk cadangan emas dan kesembilan untuk tembaga berdasarkan data yang dihimpun dalam publikasi tersebut.