- Istimewa
Listrik Bali Aman Jelang Nyepi dan Idulfitri 2026
“Secara umum sistem kelistrikan di subsistem Bali dalam kondisi aman. Cadangan operasi juga cukup, lebih dari 20 persen atau sekitar 300 megawatt untuk menghadapi periode siaga Ramadan, Idulfitri, dan Nyepi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa selama periode siaga tersebut PLN juga menunda berbagai kegiatan pemeliharaan yang berpotensi menyebabkan gangguan pasokan listrik.
“Kami memastikan tidak ada pekerjaan pemeliharaan yang berpotensi menyebabkan pemadaman selama periode siaga,” katanya.
- Istimewa
Selain itu, pembangkit listrik yang beroperasi juga dipastikan berada dalam kondisi siap. Manajer Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali I Made Harta Yasa menjelaskan bahwa pembangkit yang dikelola PLN Indonesia Power di Bali memiliki kapasitas total sekitar 759 megawatt (MW) yang tersebar di beberapa lokasi seperti Pesanggaran, Gilimanuk, Pemaron, hingga Nusa Penida.
“Seluruh pembangkit dalam kondisi siap operasi dengan energi primer yang cukup. Dengan kondisi ini kami optimistis dapat menjaga keandalan pasokan listrik selama masa siaga Nyepi dan Idulfitri,” kata Made.
Sementara itu, EVP Pengembangan Produk Niaga PLN Nayuzrizal menilai Bali memiliki potensi besar menjadi pusat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Menurutnya, posisi Bali sebagai destinasi wisata internasional menjadikan transformasi transportasi rendah emisi semakin penting.
“Pengembangan kendaraan listrik tidak hanya menghadirkan kemudahan mobilitas, tetapi juga menjadi bagian penting dari sistem transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” kata Nayuzrizal.
Di tingkat daerah, Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat penggunaan energi bersih melalui pengembangan PLTS atap dan kendaraan listrik berbasis baterai. Kebijakan tersebut telah diatur melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang energi bersih serta Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang kendaraan listrik.
Menurut Koster, penggunaan PLTS atap terbukti mampu meningkatkan efisiensi energi sekaligus menekan biaya listrik masyarakat hingga sekitar 30 persen. Selain itu, sistem ini juga dilengkapi penyimpanan energi sehingga tetap dapat digunakan saat terjadi gangguan listrik.