- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Modal Rp21 Juta, Sindikat Tangsel Sulap Rokok Biasa Jadi Narkoba Bernilai Hampir Rp1 Miliar
tvOnenews.com - Rokok biasa yang semula tidak mengandung narkoba ternyata dapat diubah menjadi produk narkotika. Modus tersebut terbongkar setelah Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mengungkap industri rumahan tembakau sintetis yang beroperasi di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.
Dalam pengungkapan itu, polisi menemukan bahwa sindikat tidak memproduksi narkoba dari bahan yang sudah berbentuk produk jadi. Mereka menggunakan cairan kimia tertentu yang kemudian diaplikasikan ke rokok atau tembakau biasa.
Polisi menyebut cairan tersebut mengandung MDMB Pinaca, yang membuat tembakau atau rokok berubah menjadi produk yang mengandung narkotika.
Yang membuat kasus ini semakin mencolok adalah nilai ekonominya. Berdasarkan pemeriksaan terhadap para tersangka, modal yang dikeluarkan untuk menjalankan aktivitas tersebut sekitar Rp21 juta. Namun, polisi memperkirakan nilai barang bukti yang berhasil diamankan mencapai hampir Rp1 miliar. Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi menyebut selisih nilai tersebut menunjukkan besarnya potensi keuntungan yang diburu jaringan tersebut.
Rokok Biasa Disemprot Cairan Pinaca
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi menjelaskan modus tersebut dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (18/9/2026). Menurut dia, para pelaku memperoleh bahan awal berupa bibit cairan melalui sebuah akun media sosial.
Cairan tersebut kemudian dikembangkan dan dicampurkan dengan bahan lain. Pemilik akun yang menjadi pemasok bahkan memberikan panduan kepada para tersangka mengenai proses pengolahan melalui komunikasi daring.
“Mereka menggunakan zat kimia yang disebut Pinaca untuk dicampurkan ke cairan lainnya. Ketika rokok biasa disemprotkan dengan cairan tersebut, rokok itu jadi mengandung narkoba,” kata Nasriadi kepada wartawan di Jakarta, Jumat.
Para tersangka disebut tidak mendapatkan pengetahuan tersebut secara langsung. Menurut Nasriadi, pemasok bahan memberikan instruksi melalui percakapan dan video secara online.
“Bibit kecil itulah yang mereka jadikan modal, kemudian dikembangkan. Mereka diajarkan secara online, baik melalui chat maupun video, untuk memproduksi narkoba baru ini,” jelas Nasriadi.
Dalam praktiknya, sindikat menawarkan dua bentuk produk. Pertama berupa cairan yang dapat digunakan untuk dicampurkan ke rokok atau tembakau. Kedua berupa tembakau yang sudah dicampur dengan cairan tersebut dan siap digunakan.