- Tangkapan layar Youtube Lembur Pakuan Channel
Dedi Mulyadi Geram Pekerja Pembibitan Pohon Dialihkan Tugasnya, Beri Teguran Keras kepada Kadis Kehutanan: Macam-macam
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegur jajaran Dinas Kehutanan saat melakukan inspeksi langsung di kawasan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Inspeksi dilakukan KDM dengan touring menggunakan sepeda motor sambil meninjau kawasan Puncak yang tengah menjalani proses penataan dan reboisasi.
Sepanjang perjalanan, ia disuguhi panorama hijau khas Cipanas dengan deretan pepohonan, kebun teh, hingga vila-vila di kawasan tersebut.
- Tangkapan layar Youtube Lembur Pakuan Channel
Kedatangan Dedi Mulyadi juga disambut antusias anak-anak sekolah yang memanggil namanya di sepanjang jalan.
Peninjauan itu merupakan bagian dari upaya penataan area eks Hibisc Fantasy di Puncak, Bogor, yang sebelumnya dibongkar Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Maret 2025 akibat pelanggaran alih fungsi lahan yang dituding memicu banjir bandang.
Kini kawasan tersebut tengah dikembalikan menjadi area resapan air melalui program reboisasi dengan penanaman ribuan pohon secara bertahap.
Di lokasi, KDM berdialog dengan salah satu pekerja sambil meminta agar sampah segera dibersihkan. Ia kemudian menanyakan luas lahan yang sedang dikelola.
"Jadi semuanya berapa hektar?" tanya KDM.
"14 hektar," jawab pekerja.
KDM lalu menanyakan jumlah tenaga kerja yang bertugas di area tersebut.
"14 hektar oleh berapa orang?" tanyanya lagi.
"10 orang," jawab pekerja.
Mendengar hal itu, mantan Bupati Purwakarta tersebut langsung meminta penambahan personel agar proses penataan lebih optimal.
"Jadi satu orang satu hektar," tuturnya.
Di tengah pengecekan, KDM juga menanyakan tanaman yang ada di kawasan tersebut.
"Itu tanam apa?" tanyanya.
"Kopi katanya Pak," jawab pekerja.
"Oooh proyek," respons KDM.
Ia kemudian menyoroti adanya pekerja yang dialihkan untuk mengurus proyek kopi sehingga pembibitan pohon menjadi tidak maksimal.
"Jangan keganggu sama pembibitan, fokus aja di sini, sama ini pohon ngurus pohon. Sama kehutanan dikasih tugas itu pembibitan," ungkap KDM.
Menurutnya, enam pekerja justru dipakai untuk mengerjakan proyek lain sehingga fokus terhadap penghijauan berkurang.
"Ya kepakai kesitu 6 orang, jadi nggak fokus ke (pembibitan pohon)," ucapnya.
KDM pun melontarkan kritik kepada Kepala Dinas Kehutanan karena dinilai salah dalam pengaturan pekerjaan di lapangan.
"Kenapa ada-ada saja kepala dinas, mana sok kumpulin semua di sini," tuturnya.
Pekerja di lokasi kemudian menjelaskan bahwa enam pekerja yang mengurus kopi bahkan sudah pulang sejak siang hari.
"Jam 11 pulangnya, datangnya jam 6," jelas pekerja.
Dari penjelasan itu, Dedi Mulyadi mengetahui bahwa hanya tiga orang yang benar-benar fokus mengurus pembibitan pohon.
"Ya Allah Ya Robbi, ini gimana kepala Dinas Kehutanan. Macam-macam aja Kepala Dinas Kehutanan," ucapnya.
Ia lalu memerintahkan agar pekerja yang sebelumnya dialihkan segera kembali fokus menangani kawasan penghijauan.
"Yang 6 orang mulai besok, jangan ngurusin bibit, balik lagi ngurusin ini kata Gubernur," tegasnya.
"Ini 9 orang kan? berarti nyari 5 orang lagi jadi se hektar satu orang," lanjut Dedi Mulyadi.
Selain itu, KDM juga menyoroti kondisi jalur Puncak yang dipenuhi sampah. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Dinas PU Provinsi Jawa Barat segera melakukan pembersihan.
"Ini jalur puncak, banyak sampahnya, saya tugasin nih Pak Bupati Cianjur, Kepala PU Provinsi, bersih. Ini orang tiap hari nyari uang di puncak, tapi gamau bersihin jalan," tuturnya.
Di akhir peninjauan, Dedi Mulyadi memberikan arahan langsung kepada para pekerja yang nantinya akan berjumlah 14 orang.
"Mulai besok semangat ya, pupuknya di (kasih), semangat, nanti ada tim untuk ngegali (ambil) batu, terus sebagian babat-babat," ujarnya.
Ia juga menegaskan agar para pekerja tidak lagi dialihkan untuk mengurus tanaman kopi dan tetap fokus pada perawatan pohon di kawasan tersebut.
"14 orang cukup kan? tidak lagi ngurus kopi, semua ngurus pohon yang sudah ada, bilang kalau Pak Kadisnya ngomong, diperintah Gubernur, okey? dan bisa dikasih plus plus sama saya," ucap KDM. (ind)