news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketua Asosiasi World Muaythai Indonesia (AWMI) sekaligus Dewan Pembina Pemuda Batak Bersatu (PBB), Dewanto P. Siregar..
Sumber :
  • Istimewa

Pasca Pembubaran Ibadah di Gereja, Warga Dihimbau Jaga Toleransi Dan Kerukunan Mayoritas Minoritas Di Yogyakarta Istimewa

Ketua Asosiasi World Muaythai Indonesia (AWMI) sekaligus Dewan Pembina Pemuda Batak Bersatu (PBB), Dewanto P. Siregar memberikan tanggapan resmi terkait insiden penghentian kegiatan ibadah Gereja Misi Sejahtera (GMS) di Panggungharjo, Sewon.
Selasa, 26 Mei 2026 - 22:10 WIB
Reporter:
Editor :

"Indonesian Walk for Peace ini kan perjalanan bertujuan menyebarkan vibrasi kedamaian yang nyata bagi masyarakat, keluarga, hingga bangsa. Sri Sultan Hamengku Buwono X sendiri menyambut baik kehadiran para biksu dan berharap pesan kemanusiaan serta kebersamaan dalam keberagaman yang dibawa dapat terus dikembangkan," ujar Dewanto.

Sementara itu, menanggapi insiden di Bantul, Gubernur D.I. Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, angkat bicara saat menerima kunjungan rombongan biksu di Kepatihan, Yogyakarta. Sultan menekankan bahwa perbedaan adalah keniscayaan dalam ciptaan Tuhan dan menegaskan tidak ada pihak yang boleh merasa paling benar sendiri, seraya menekankan pentingnya kesadaran serta pemahaman masyarakat akan keberagaman. 

"Ya, yang namanya manusia itu perbedaan itu ada, tapi tidak memahami bahwa Allah itu memang menciptakan memang rasnya ya berbeda, agama ya berbeda, asal-usulnya juga dari yang berbeda. Jadi sebetulnya perbedaan itu keniscayaan, memang ciptaannya begitu, bukan dia yang paling benar sendiri, enggak ada, kira kira itu aja. Ya masalah kesadaran aja, pemahaman aja. Ya bukan wewenang saya kalau itu, itu aspek yang lain gitu, wewenang di tempat lain, tapi perlu itu pemahaman begini ini diajarkan," jelas Sultan.

Selaku Ketua AWMI, Dewanto mengimbau masyarakat bijak dalam menerima informasi yang bisa memicu gesekan SARA.

" Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan edukasi yang menyejukkan. Isu keberagaman adalah hal sensitif; kami berharap masyarakat bisa melihat berbagai informasi yang beredar terutama di medsos tetap berbasis pada fakta, objektif, dan bertujuan meredam konflik, bukan justru menyulut dendam atau perpecahan di masyarakat Bantul," jelas Dewanto.

​Dewanto menambahkan bahwa AWMI akan terus memantau perkembangan situasi ini. Ia berharap agar kesepakatan yang akan dirumuskan oleh Pemkab Bantul ke depan dapat menjadi solusi jangka panjang yang berkeadilan bagi kedua belah pihak.

​"Bantul adalah rumah bersama. Mari kita kedepankan dialog dan saling menghormati. Kami mendorong masyarakat untuk memercayakan penanganan masalah ini kepada aparat yang berwenang dan tokoh-tokoh masyarakat agar tidak ada lagi pihak yang merasa dirugikan di kemudian hari," pungkas Dewanto.(chm)

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:36
04:36
05:49
03:15
02:13
01:30

Viral