- Rohmadi
Ada Mandi Busa, Tirta Wisata Jombang Diserbu Wisatawan Saat Libur Lebaran 2026
Jombang, tvOnenews.com – Libur Lebaran 2026 membawa berkah tersendiri bagi destinasi wisata lokal. Salah satu yang paling terasa adalah kebangkitan Tirta Wisata Jombang yang kembali beroperasi setelah lama tutup.
Terletak di Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, wisata air milik pemerintah daerah ini mendadak ramai dipadati pengunjung sejak dibuka kembali pada H+1 Lebaran. Dalam tiga hari pertama saja, jumlah pengunjung mencapai rata-rata 200 hingga 300 orang per hari.
Tak hanya warga lokal, pengunjung juga datang dari berbagai daerah seperti Kediri hingga Mojokerto. Suasana yang semula sepi kini berubah menjadi riuh oleh tawa anak-anak dan keluarga yang menikmati liburan.
Kepala Bidang Destinasi dan Industri Wisata Disporapar Jombang, Yudha Dewandrianto, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah pengunjung tidak lepas dari sejumlah inovasi yang dihadirkan.
“Selama libur Lebaran ini, kami menambahkan wahana mandi busa, hiburan live musik elektronik, serta memastikan kualitas air tanpa kaporit. Ditambah lagi harga tiket yang sangat terjangkau,” ujarnya, Rabu (25/3).
Konsep sederhana namun tepat sasaran ini terbukti mampu menarik minat masyarakat, terutama keluarga yang mencari alternatif wisata murah namun tetap menyenangkan.
Harga tiket menjadi salah satu faktor utama yang mendongkrak kunjungan. Selama masa promo Lebaran hingga libur sekolah, tiket masuk hanya dibanderol Rp5.000, jauh lebih murah dibandingkan harga normal Rp10.000.
Dengan biaya tersebut, pengunjung sudah bisa menikmati fasilitas kolam renang, wahana bermain air, serta suasana rekreasi yang kini lebih bersih dan tertata.
Dampaknya pun langsung terasa pada pendapatan. Dalam kondisi promo, Tirta Wisata mampu meraup pemasukan rata-rata Rp1,5 juta per hari, bahkan sempat mencapai Rp3 juta dalam satu hari.
Meski saat ini masih dalam tahap awal pembukaan, pengelola berencana mengatur operasional dengan membuka tempat wisata ini pada akhir pekan dan hari libur nasional.
Yudha menilai, momentum Lebaran ini menjadi bukti bahwa wisata lokal masih memiliki daya saing kuat jika dikelola dengan baik.
“Ini menunjukkan bahwa wisata daerah tetap diminati, asalkan ada inovasi dan harga yang ramah di kantong masyarakat,” jelasnya.
Bagi warga sekitar, kehadiran kembali Tirta Wisata menjadi alternatif liburan yang realistis. Sriana (50), warga Kepuhkembeng, mengaku memilih tempat ini karena dekat dan terjangkau.
“Dekat, murah, dan sekarang lebih bersih. Anak-anak senang, jadi tidak bosan di rumah,” katanya sambil mengawasi anak-anaknya bermain air.
Ia bahkan mengaku telah dua kali berkunjung selama libur Lebaran tahun ini. Menurutnya, kondisi ekonomi pasca-Lebaran membuat masyarakat lebih selektif dalam memilih tempat wisata.
“Kalau ke tempat lain biayanya lebih besar. Di sini sudah cukup, tapi tetap bisa menikmati liburan,” ujarnya. (roi/far)