- tvOne - abdul rohim
Prajurit TNI AL Tewas di KRI, Keluarga Temukan Luka Lebam dan Minta Autopsi
Bangkalan, tvOnenews.com – Kematian prajurit TNI AL Ghofirul Kasyfi (22), warga Kelurahan Kemayoran, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, menyisakan tanda tanya. Korban meninggal diduga dianiaya seniornya di Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dr. Radjiman Wedyodiningrat.
Saat keluarga menerima jenazah almarhum Ghofirul Kasyfi dan membuka peti jenazah untuk melihat terakhir kalinya, ternyata terdapat banyak luka lebam di sekujur tubuhnya.
Dalam video yang direkam pihak keluarga, mereka menyaksikan langsung proses pembukaan peti jenazah dengan didampingi beberapa anggota TNI AL.
Pada saat itulah pihak keluarga sempat kaget saat melihat jenazah. Raut wajah ayah dan ibu korban serta kerabat lainnya seketika berubah setelah melihat lebam pada wajah korban.
Bahkan, ayah korban, Mahbub Madani, sempat marah saat salah satu senior korban mengatakan lebam itu adalah tanda lahir. Padahal menurut ayahnya, anaknya tidak memiliki tanda lahir di bagian wajah.
Keluarga almarhum Ghofirul Kasyfi makin emosional saat kondisi luka lebam tersebut juga ditemukan di beberapa bagian tubuh lainnya. Bahkan pada bagian selangkangan juga terlihat berdarah.
“Kejanggalan itu, lebih meyakinkan kami setelah di sekujur tubuhnya terdapat luka lembam, paling parah di bagian paha dan perut," ungkap ayah korban kepada awak media, Selasa (5/5/2026).
Selain itu, ia juga menyaksikan ada bekas jeratan pada bagian bawah leher anaknya, yang diklaim pihak TNI AL sebagai bekas jeratan tali saat korban bunuh diri.
Keluarga korban bahkan menduga keras anaknya menjadi korban kekerasan dan penganiayaan para seniornya di tempat ia berdinas di kapal perang tersebut.
Menurut ayah almarhum, satu bulan sebelum meninggal, korban sempat menelepon dan mengaku kerap mendapat perlakuan kasar serta penganiayaan dari para seniornya.
“Almarhum sempat meluh ke pada ibunya dan bapaknya bahwasanya di dalam ia berdinas mendapat perelakuan kekerasan. Bahkan almarhum sempat minta pindah tugas dari kapal ke tempat lain," tutur ayah almarhum.
Pihak keluarga mengaku tidak percaya dengan narasi bunuh diri tersebut, mengingat Ghofirul dikenal sebagai sosok yang tangguh. Ayah korban, Mahbub Madani, memaparkan rentetan peristiwa aneh sebelum kabar kematian diterima.
Atas berbagai kejanggalan ini, pihak keluarga melalui kuasa hukumnya mengirimkan surat tuntutan kepada institusi TNI AL yang mendesak agar dilakukan pembongkaran makam dan autopsi menyeluruh pada jasad almarhum Ghofirul Kasyfi.
Kuasa hukum keluarga almarhum Ghofirul, Cak Sholeh memaparkan, hingga satu pekan ini pihak keluarga tidak mendapatkan berkas kronologi dan berita acara (BAP) yang seharusnya menjadi hak keluarga maupun publik untuk diketahui.
“Hanya jasad yang dikasih, selebihnya tidak ada, tidak ada kronologi dan BAP. Kami tidak tahu faktanya seperti apa, tapi publik dan keluarga punya hak untuk tahu karena hingga saat ini penyebab kematian anaknya masih simpang siur,” papar Cak Sholeh.
Selain itu, kuasa hukum korban juga akan mengirimkan surat ke Komisi III DPR RI untuk melakukan audiensi terkait kematian almarhum agar mendapat keadilan. (arm/gol)