- Tim tvone - tim tvone
Dipimpin Syaikh Muhammad Fadil Al Jailani, Gubernur Khofifah bersama Bupati Mojokerto dan Masyarakat Gelar Sholat Istisqa’, Ikhtiar Hadapi Kemarau Panjang
“Area yang terdampak ini kan luas, 24 kabupaten/kota. Dari 24 daerah ini, antisipasi mengebor sumur sudah dilakukan. Ada yang sukses dan ada yang belum sukses,” jelas Khofifah.
Di saat yang sama, distribusi air bersih terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air. Khofifah menegaskan, berbagai langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah terus bergerak untuk merespons dampak kemarau panjang.
“Jadi ikhtiar itu, betapa ingin saya sampaikan, kita sudah melakukan bersama-sama. Semua sudah kita lakukan,” tegasnya.
Setelah berbagai ikhtiar lahir dilakukan, Khofifah mengajak pemerintah dan masyarakat memperkuatnya dengan ikhtiar batin melalui Sholat Istisqa’ dan doa bersama. Terkhusus kepada Dewan Masjid Jawa Timur, Gubernur Khofifah mengajak untuk melaksanakan sholat istisqo' selesei sholat Jum'at dimulai minggu depan. Ia menyebut, Sholat Istisqa’ bukan pengganti berbagai langkah teknis penanganan kekeringan, melainkan bentuk munajat bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT atas keterbatasan manusia dalam menghadapi kondisi alam.
“Kita harus membangun keberseiringan antara ikhtiar kita untuk munajat kepada Allah agar menurunkan hujan yang membawa rahmat, manfaat, barokah. Insyaallah segala macam cara sudah kita lakukan, ya kita munajat kepada Allah SWT,” katanya.
Selain itu, Khofifah mengatakan air merupakan kebutuhan dasar yang menyangkut keberlangsungan kehidupan masyarakat. Dampak kekeringan tidak hanya dirasakan dari sisi pemenuhan kebutuhan air rumah tangga, tetapi juga dapat memengaruhi sektor pertanian, peternakan, lingkungan, serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Lebih lanjut, selain penanganan darurat, Pemprov Jatim terus mendorong langkah jangka panjang untuk memperkuat ketahanan air di Jawa Timur. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui pemetaan sumber air potensial, pencarian dan pengembangan sumber air baru, penguatan infrastruktur penyediaan air, serta perlindungan terhadap sumber-sumber air yang telah tersedia.
“Ketika masyarakat membutuhkan air, tentu harus segera kita bantu. Tetapi pada saat yang sama, kita harus terus mencari solusi jangka panjang. Sumber-sumber air yang potensial perlu dipetakan, dikaji, dan kalau memungkinkan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.