- Tim tvone - tim tvone
Dipimpin Syaikh Muhammad Fadil Al Jailani, Gubernur Khofifah bersama Bupati Mojokerto dan Masyarakat Gelar Sholat Istisqa’, Ikhtiar Hadapi Kemarau Panjang
Menurut Khofifah, kondisi geografis dan karakteristik setiap wilayah di Jawa Timur yang beragam membutuhkan pendekatan penanganan kekeringan yang sesuai dengan kondisi masing-masing daerah. Karena itu, pemetaan potensi sumber air menjadi penting agar penanganan tidak hanya bersifat responsif ketika kekeringan terjadi.
“Jangan sampai kita hanya bergerak ketika kekeringan sudah terjadi. Kita harus membangun kesiapsiagaan, memetakan sumber-sumber air, menjaga sumber yang sudah ada, dan menyiapkan langkah-langkah agar masyarakat memiliki ketahanan air yang lebih baik,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan dan sumber-sumber air. Menurutnya, ketahanan air tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Menjaga sumber air hari ini adalah bagian dari menjaga kehidupan kita di masa yang akan datang. Karena itu, mari bersama-sama menjaga lingkungan, kawasan resapan, sumber-sumber air, dan menggunakan air secara bijak,” katanya.
Tak lupa, Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra yang telah menjadi tuan rumah pelaksanaan Sholat Istisqa’ dan doa bersama.
Ia berharap munajat yang dipanjatkan bersama dapat segera diijabah oleh Allah SWT dan hujan turun di wilayah-wilayah yang membutuhkan. Hujan tersebut diharapkan tidak hanya mengakhiri kekeringan, tetapi juga menghidupkan kembali sumber-sumber air, mendukung pertanian dan lingkungan, serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
"Terima kasih kepada semua yang hadir, kepada Syekh Assayyid Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al Jailani, Gus Barra, seluruh jajaran pemerintah, para pelajar, dan masyarakat. Semoga Allah SWT mengijabah munajat kita hari ini. Semoga segera diturunkan hujan yang membawa rahmat, manfaat dan barokah,” pungkasnya. (hen)