news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur Grati, Kabupaten Pasuruan, membuktikan kiprahnya sebagai lokomotif strategis penggerak ekonomi peternak rakyat dan penyokong ketahanan pangan hewani nasional..
Sumber :
  • Antara

KUTT Suka Makmur Jadi Pusat Perhatian Parlemen dan Kementan

Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur Grati, Kabupaten Pasuruan, membuktikan kiprahnya sebagai lokomotif strategis penggerak ekonomi peternak rakyat dan penyokong ketahanan pangan hewani nasional.
Selasa, 29 September 2026 - 11:04 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur Grati, Kabupaten Pasuruan, membuktikan kiprahnya sebagai lokomotif strategis penggerak ekonomi peternak rakyat dan penyokong ketahanan pangan hewani nasional. Hal tersebut ditegaskan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI bersama jajaran Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan), Senin (28/9/2026). Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) dan didampingi Dirjen PKH Kementan Agung Suganda ini difokuskan untuk mengkaji secara komprehensif rantai pasok susu dari hulu hingga hilir. 

Dalam peninjauan lapangan, KUTT Suka Makmur diapresiasi sebagai barometer keberhasilan kemitraan dan ekosistem peternakan terintegrasi. 

Model Ideal Integrasi dan Pelayanan Peternak 
Hingga saat ini, KUTT Suka Makmur berhasil menghimpun lebih dari 2.000 peternak dengan total populasi sapi perah mencapai 8.700 ekor serta produktivitas harian menyentuh kisaran 35 ton susu segar. 

Koperasi ini dinilai berhasil membangun sistem pelayanan holistik yang tidak hanya menampung dan menyalurkan hasil perah, melainkan juga menyediakan pakan bermutu, jaminan layanan kesehatan ternak, permodalan, hingga inovasi pengolahan produk bernilai tambah.

“Kemandirian susu nasional bukan sekadar persoalan menambah sapi, tetapi membangun ekosistem yang membuat peternak mampu menghasilkan susu secara produktif, efisien, dan berkelanjutan. KUTT Suka Makmur menunjukkan bagaimana koperasi berperan sentral menyediakan pakan, pembiayaan, hingga layanan kesehatan bagi para anggotanya,” Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), Ketua Komisi IV DPR RI Sorotan Khusus Sapi Grati: 

Konservasi Plasma Nutfah & Payung UU Genetika 
Dalam agenda peninjauan langsung di Villa Sapi Grati, delegasi parlemen menyaksikan kondisi sapi-sapi Grati yang hidup prima, sehat, dan menunjukkan tingkat produktivitas yang mengesankan. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari bersama Anggota Komisi IV Endang Setyawati Thohari menyampaikan pandangan senada bahwa Indonesia sejatinya telah memiliki rumpun sapi perah dataran rendah unggul yang terbukti memiliki daya adaptasi luar biasa terhadap iklim tropis ekstrem. 

Abdul Kharis menekankan urgensi pelestarian dan konservasi terstruktur terhadap Sapi Grati agar aset kekayaan plasma nutfah asli Indonesia ini tidak hanya terlindungi dari ancaman kepunahan, tetapi juga dapat dikembangkan secara berkelanjutan sebagai pilar kemandirian bibit ternak nasional. Menyambung hal tersebut, Endang Setyawati Thohari mempertegas komitmen legislatif bahwa DPR RI telah merancang agenda strategis untuk membahas Undang-Undang Sumber Kekayaan Genetika. 

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:34
20:26
11:49
04:30
01:21
04:42

Viral