news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur Grati, Kabupaten Pasuruan, membuktikan kiprahnya sebagai lokomotif strategis penggerak ekonomi peternak rakyat dan penyokong ketahanan pangan hewani nasional..
Sumber :
  • Antara

KUTT Suka Makmur Jadi Pusat Perhatian Parlemen dan Kementan

Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur Grati, Kabupaten Pasuruan, membuktikan kiprahnya sebagai lokomotif strategis penggerak ekonomi peternak rakyat dan penyokong ketahanan pangan hewani nasional.
Selasa, 29 September 2026 - 11:04 WIB
Reporter:
Editor :

Kehadiran regulasi ini diharapkan menjadi instrumen hukum sekaligus solusi konkret yang mengayomi biodiversitas hayati tanah air, termasuk memberikan kepastian perlindungan dan masa depan bagi pengembangan Sapi Grati. 

Kemitraan Sehat dan Kepastian Pasar

Ketua KUTT Suka Makmur, Evi Zainal Abidin, menyampaikan bahwa fondasi keberlanjutan koperasi bertumpu pada kemitraan yang seimbang dan adil dengan industri pengolahan. Pihaknya terus berupaya memperluas nilai tambah bagi anggota, sembari memastikan ketersediaan bahan baku pakan tetap terjaga dengan stabil. 

“Industri dan koperasi sudah selayaknya menjadi mitra strategis yang saling membesarkan. Kemitraan yang sehat akan membuka ruang agar peternak berkembang, koperasi semakin kuat, dan industri mendapatkan pasokan susu berkualitas prima,” Evi Zainal Abidin, Ketua KUTT Suka Makmur.

Bupati Pasuruan Mochamad Rusdi Sutejo yang turut mendampingi delegasi menegaskan bahwa subsektor persusuan adalah pilar penting bagi perekonomian lokal. Pemerintah daerah berkomitmen memperluas pemanfaatan lahan hijauan demi menjamin pasokan nutrisi pakan yang berkelanjutan. 

Dukungan Pemerintah Dorong Produksi Domestik 
Dirjen PKH Kementan Agung Suganda memaparkan bahwa saat ini produksi susu segar dalam negeri (SSDN) baru memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan nasional, sementara 80 persen sisanya bergantung pada impor. Guna menekan angka impor tersebut pada 2030, pemerintah memproyeksikan penambahan sedikitnya 600 ribu ekor sapi perah indukan hingga tahun 2029. 

Untuk merealisasikannya, Kementan tengah menyiapkan skema insentif pembiayaan inklusif bagi peternak rakyat, mulai dari subsidi uang muka pengadaan sapi, fasilitasi asuransi usaha ternak, penyediaan kandang terstandar, hingga modernisasi alat perah yang bersinergi dengan perbankan. Sinergi erat antara Komisi IV DPR RI, Kementan, Pemerintah Kabupaten Pasuruan, dan KUTT Suka Makmur diharapkan mampu memperkuat perlindungan plasma nutfah lokal sekaligus menjamin penyerapan susu peternak demi terwujudnya swasembada susu Indonesia.(chm)

 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:34
20:26
11:49
04:30
01:21
04:42

Viral