news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dwi Bagus Martono (40) terduga pelaku mutilasi istri siri dan anak.
Sumber :
  • tvOne - syamsul huda

Suami Siri Diduga Mutilasi Ibu dan Anak di Madiun, Jasad Dibakar dan Digiling untuk Hilangkan Jejak

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur mengungkap dugaan pembunuhan terhadap Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4).
Senin, 26 Oktober 2026 - 14:12 WIB
Reporter:
Editor :

Surabaya, tvOnenews.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur mengungkap dugaan pembunuhan terhadap Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4). Pelaku yang merupakan suami siri korban diduga berupaya menghilangkan jejak dengan membakar, memutilasi, hingga menggiling jasad kedua korban.

TRIGGER WARNING:
Artikel ini berpotensi memicu perasaan tidak nyaman bahkan mengganggu terutama bagi seperti penyintas trauma dan penderita stres pascatrauma (PTSD) karena mengandung deskripsi mengenai kekerasan dan penganiayaan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, Roy Suhombing, mengungkapkan bahwa pembunuhan tersebut diduga terjadi di sebuah kamar hotel di wilayah Madiun. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Dini diduga menjadi korban pertama sebelum pelaku menghabisi nyawa anaknya.

Setelah melakukan pembunuhan, pelaku diduga berusaha menghancurkan jasad kedua korban agar tidak meninggalkan jejak. Potongan tubuh korban kemudian dibakar dan diduga direncanakan untuk dibuang ke laut.

"Setelah kejadian, pelaku berusaha menghilangkan jejak. Setelah membunuh korban kemudian membakar lalu menggiling korban dengan penggilingan daging kemudian dibakar di pekarangan rumah pelaku untuk dibuang di laut," ujar Roy Suhombing, Senin (26/10).

Roy menambahkan bahwa penyidik masih berupaya mencari bagian tubuh korban yang belum ditemukan. Sementara itu, tersangka yang sebelumnya diamankan telah dalam perjalanan menuju Polda Jatim untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, menjelaskan bahwa tindakan pelaku dalam menghancurkan jasad korban membuat proses pencarian barang bukti menjadi lebih sulit.

Menurut Jumhur, modus tersebut mengingatkannya pada kasus mutilasi yang dikenal sebagai kasus koper merah. Namun, dalam perkara ini, pelaku diduga melakukan serangkaian tindakan untuk menghancurkan jasad korban, mulai dari pembakaran hingga penggilingan.

"Gerakannya sama seperti kasus koper merah. Tapi ini lebih kejam. Jasadnya dibakar, dimutilasi, lalu digiling," kata Jumhur.

Penyidik kini terus mengembangkan penyelidikan untuk menemukan sisa-sisa jasad korban. Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut.

"Karena dihancurkan, digiling seperti itu, kita kesulitan menemukan jasad korban. Kita sudah amankan barang bukti dan masih melakukan pengembangan mencari sisa-sisa di sekitar TKP," ujarnya.

Jumhur mengungkapkan bahwa salah satu petunjuk penting dalam pengungkapan kasus ini berasal dari rekaman kamera pengawas atau CCTV di sebuah hotel di wilayah Madiun. Rekaman tersebut memperlihatkan terduga pelaku membawa tas berukuran besar setelah pertemuan terakhir dengan korban.

"Kita urut pertemuan terakhir ada di salah satu hotel di wilayah Madiun. Kita dapat CCTV-nya. Target ini bawa tas besar," kata Jumhur.

Tersangka sebelumnya juga diduga berpura-pura menjadi pelapor orang hilang di Polres Madiun Kota. Polisi kini masih mendalami rangkaian peristiwa, motif, serta upaya pelaku menghilangkan barang bukti dalam kasus dugaan pembunuhan terhadap ibu dan anak tersebut.

Penyidik masih melakukan pemeriksaan dan pencarian bagian tubuh korban untuk mengungkap perkara ini secara menyeluruh. (sha/gol)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral