- tvOne - khumaidi
Penyelundupan 1,1 Kg Serbuk Emas di Bandara Juanda Digagalkan, WNA India Diamankan
Sidoarjo, tvOnenews.com - Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, menggagalkan upaya penyelundupan serbuk emas seberat lebih dari 1,1 kilogram yang akan dibawa ke Kuala Lumpur, Malaysia. Seorang warga negara asing (WNA) asal India berinisial MW (31) diamankan petugas.
Pelaku diamankan saat hendak terbang menggunakan maskapai Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH870 rute Surabaya–Kuala Lumpur. Untuk mengelabui petugas, serbuk emas tersebut disembunyikan dengan cara tidak lazim, yakni dimasukkan ke dalam kondom dan disimpan di dalam dubur (anus).
Komandan Pangkalan Udara TNI AL (Danlanudal) Juanda, Kolonel Laut (P) Henoch Nasarius Virzawan, mengatakan pengungkapan ini merupakan hasil sinergi dan kerja sama apik antarpemangku kepentingan (stakeholder) di Bandara Juanda.
"Modus operandi yang dijalankan pelaku merupakan metode baru yang ada di Juanda. Di Indonesia baru ada sedikit bandara yang terjadi hal demikian seperti Jakarta dan Bali," ungkap Kolonel Henoch saat konferensi pers di Lanudal Juanda, Senin (26/10/2026).
Dari tangan pelaku, petugas mengamankan tiga bungkus kondom berisi serbuk yang diduga emas dengan berat kotor (bruto) mencapai 1.151,46 gram. Setelah dilakukan uji laboratorium, serbuk tersebut terbukti merupakan emas murni dengan kadar sangat tinggi, masing-masing 99,503 persen, 99,511 persen, dan 99,466 persen.
Adapun berat bersih (neto) ketiga barang bukti tersebut mencapai 1.144,18 gram dengan kadar sekitar 23,88 karat. Nilai barang bukti tersebut ditaksir mencapai Rp2,9 miliar.
"Barang tersebut rencana akan dibawa oleh pelaku ke Kuala Lumpur dengan modus operandi serbuk emas tersebut dimasukkan ke dalam kondom yang kemudian disembunyikan di dalam dubur," jelasnya.
Pihaknya menegaskan akan terus meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah modus serupa terulang. Salah satunya dengan meningkatkan kemampuan personel dalam mendeteksi anomali di kawasan bandara serta memperkuat koordinasi antarinstansi.
"Upaya kita selalu membekali prajurit dengan ilmu pengetahuan dengan mempelajari anomali kejadian di Bandara Juanda serta meningkatkan kerja sama antar stakeholder dan saling memberikan informasi sehingga kita cepat dalam penanganan," ujarnya.
Selanjutnya, kasus penyelundupan ini diserahkan kepada Bea dan Cukai Juanda untuk proses penyidikan lebih lanjut. Pengembangan kasus akan dilakukan bersama Polresta Sidoarjo dan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya, mengingat pelaku merupakan warga negara asing.