- Gambar ilustrasi AI
Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota
Pola tersebut menunjukkan bahwa Makassar didominasi perjalanan bisnis cepat dengan mobilitas tinggi. Karena itu, teknologi digital seperti sistem distribusi online dan optimasi harga berbasis kecerdasan buatan mulai menjadi kebutuhan penting bagi industri hotel untuk menangkap peluang pasar secara real-time.
Infrastruktur Modern Dorong Wisata dan Investasi
Perkembangan Makassar juga didukung berbagai proyek infrastruktur strategis yang tengah dibangun pemerintah daerah. Salah satunya adalah Makassar Government Center (MGC) yang dirancang untuk menghadirkan layanan publik lebih modern dan terintegrasi.
Selain itu, pembangunan Jalan Multi Years Project (MYP) sejak April 2026 ditargetkan memperkuat konektivitas kawasan penyangga menuju pusat kota. Sementara proyek Jembatan Barombong diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus mempercepat akses menuju kawasan pesisir selatan Makassar.
Tidak hanya sektor bisnis, sektor pariwisata juga menjadi penggerak utama pertumbuhan kota. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kota Makassar, jumlah wisatawan nusantara sepanjang 2025 mencapai 6,18 juta kunjungan atau naik sekitar 12,06 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sejumlah destinasi wisata seperti Pulau Samalona, Pulau Lanjukang, hingga kawasan Sungai Tallo kini terus dikembangkan untuk menarik lebih banyak wisatawan. Pengembangan destinasi tersebut diproyeksikan mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan kebutuhan akomodasi di Makassar.
Pertumbuhan permintaan hotel di Makassar juga mulai mengubah pola pengelolaan bisnis perhotelan. Pemilik hotel kini semakin bergantung pada teknologi digital untuk meningkatkan okupansi dan efisiensi operasional.
Sistem pemasaran digital dan pengelolaan berbasis teknologi membantu menjaga stabilitas pendapatan hotel. Selain memperluas visibilitas properti, teknologi juga memungkinkan hotel memantau harga dan permintaan pasar secara lebih cepat.
- Ist
Di sisi lain, model bisnis leasing hotel juga mulai berkembang di Makassar. Salah satu properti di kawasan menuju Bandara Sultan Hasanuddin bahkan berhasil mencatat tingkat hunian di atas 80 persen setelah dikelola penuh menggunakan sistem manajemen terintegrasi.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa transformasi digital kini menjadi bagian penting dalam industri akomodasi modern. Hotel tidak lagi hanya mengandalkan lokasi strategis, tetapi juga kemampuan membaca perilaku konsumen, memanfaatkan data, dan menghadirkan layanan yang cepat serta fleksibel.