- Istimewa
Relawan Medan Salurkan Bantuan ke Korban Banjir Aceh Tamiang Jelang Idul Fitri, Bangkitkan Harapan Penyintas
Aceh Tamiang, tvOnenews.com — Empat bulan pasca banjir yang melanda Aceh Tamiang, duka masih membekas di tengah masyarakat. Kehilangan tempat tinggal, kenangan, hingga anggota keluarga menjadi luka yang belum sepenuhnya pulih.
Di tengah kondisi tersebut, Relawan Medan hadir menyalurkan bantuan berupa ratusan pakaian baru kepada warga terdampak di Kampung Kuburan Cina dan Kampung Durian, Kuala Simpang.
Kehadiran relawan ini bertepatan menjelang Idul Fitri, yang seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan bagi masyarakat.
Koordinator Relawan Medan Bergerak, Andrey Saragih, mengatakan bantuan yang diberikan mungkin tidak sebanding dengan kehilangan yang dialami para korban.
“Di balik baju baru yang mereka kenakan, ada rindu pada rumah yang sudah tidak ada… ada luka yang belum sembuh… bahkan ada kehilangan yang tak tergantikan,” ujarnya.
Ia menegaskan, kehadiran relawan menjadi bentuk kepedulian yang ingin disampaikan kepada para penyintas.
“Kami mungkin tidak bisa menggantikan segalanya. Tapi kami ingin mereka tahu… mereka tidak sendiri,” lanjutnya.
Bantuan tersebut berasal dari para donatur, termasuk Relawan Cilik Medan, Zhang Mei Mei, yang turut menyampaikan pesan semangat kepada para korban.
“Hidup masih panjang. Jangan pernah kehilangan semangat,” katanya.
Perjalanan relawan dimulai dari Kota Medan usai sahur bersama di Hotel Grand Mercure. Mereka berangkat pada waktu subuh menuju lokasi terdampak untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Setibanya di lokasi, ratusan warga menyambut dengan haru. Anak-anak tampak antusias, sementara para orang tua menyambut dengan senyum yang menyimpan kisah perjuangan pascabencana.
Salah seorang warga, Ibu Sri, mengaku terharu atas konsistensi bantuan yang diberikan para relawan.
“Sudah lima kali mereka datang. Di saat kami masih berjuang bangkit, mereka tidak pernah lelah kembali,” ujarnya.
Menurutnya, bantuan yang diberikan bukan sekadar materi, melainkan bentuk kepedulian yang sangat berarti.
“Ini tentang kepedulian… tentang rasa bahwa kami tidak dilupakan,” katanya.
Usai penyaluran bantuan, para relawan kembali ke Medan. Kehadiran mereka meninggalkan lebih dari sekadar bantuan fisik, tetapi juga semangat dan harapan baru bagi para korban untuk bangkit dari keterpurukan.