- tim tvOne/tim tvOne
Bisnis Sampah Sumut Naik Kelas, Berhasil Pangkas 5.070 Ton Emisi CO2
Head of Sustainable Enviroment, Unilever Indonesia Foundation, Maya TAmimi, mengatakan, di sisi lain, kebijakan pemerintah dalam pengelolaan sampah membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif berbagai pihak, mulai dari hulu hingga hilir.
Karena itu, keterlibatan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas menjadi penting untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Melalui Exhibition Day, para pemangku kepentingan didorong untuk mengidentifikasi peluang kerja sama yang realistis, baik dalam peningkatan layanan, pemanfaatan pengetahuan dan teknologi, penguatan jaringan antarpelaku, maupun perluasan akses pasar,” katanya.
Kemitraan diharapkan tidak hanya berjalan selama program berlangsung, tetapi juga berlanjut melalui langkah konkret yang jelas dan sesuai dengan kapasitas masing-masing pihak.
Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada gerakan sukarela atau proyek jangka pendek, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan usaha yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat.
Arta Jaya Bidik 10.000 Ton Sampah pada 2030
Di Sumatera Utara (Sumut), Perkumpulan Arta Jaya berperan sebagai implementator program yang mendorong penguatan usaha pengelolaan sampah lokal melalui pendampingan, pengembangan model bisnis, serta perluasan jaringan kemitraan.
Perkumpulan Arta Jaya telah hadir sejak 2015 dan terus berupaya mengembangkan perannya dalam pengelolaan sampah di Sumatera Utara.
Direktur Perkumpulan Arta Jaya, Armawati Chaniago, mengatakan pendampingan melalui SULE-WM tidak hanya berfokus pada dukungan modal, tetapi juga membangun kemampuan pelaku usaha dalam menjalankan bisnis secara profesional.
“Jadi, bukan hanya membantu dari sisi modal. Bagaimana pekerjanya dibangun, manajemennya, keuangannya, kemudian bagaimana bermitra dan melakukan negosiasi bisnis. Semua itu benar-benar diajarkan dan didampingi,” ujar Armawati.
Menurutnya, pembelajaran yang diperoleh melalui program tersebut tidak hanya berlaku bagi sektor persampahan, tetapi juga dapat diterapkan pada berbagai jenis usaha lainnya.
Bagi pelaku usaha lokal, program ini menjadi kesempatan untuk mempelajari pola pengembangan bisnis yang lebih terarah, terutama dalam memperkuat manajemen dan memperluas peluang kemitraan.
Dalam pengembangan usahanya, Arta Jaya menargetkan diri menjadi salah satu perusahaan sosial terdepan di Sumatera Utara yang bergerak dalam pengelolaan sampah secara profesional pada 2030.