news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pantauan CCTV BPPTKG Yogyakarta, Gunung Merapi kembali meluncurkan guguran lava pijar, Selasa (1/2/2022).
Sumber :
  • Tim tvOne - Nuryanto

Dalam Enam Jam, Gunung Merapi Luncurkan Delapan Kali Guguran Lava Pijar

Aktivitas Gunung Merapi kembali meluncurkan Guguran Lava Pijar maupun Kegempaan. Dalam enam jam Merapi meluncurkan 8 kali Guguran Lava Pijar ke arah barat daya.
Selasa, 1 Februari 2022 - 09:42 WIB
Reporter:
Editor :

Yogyakarta, DIY - Aktivitas Gunung Merapi kembali meluncurkan Guguran Lava Pijar maupun Kegempaan. Dalam enam jam Merapi meluncurkan 8 kali Guguran Lava Pijar ke arah barat daya.

Dari pengamatan sejak pukul 00.00 - 06.00 WIB Selasa, 1 Februari 2022, cuaca di Gunung Merapi berawan dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara 17-23 °C, kelembaban udara 70-97 %, dan tekanan udara 567-717 mmHg. 

Secara visual Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah ini tampak jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 10-50 m di atas puncak kawah. 

Teramati guguran lava pijar 8 kali Jarak luncur maksimum 1,8 kilometer ke arah barat daya. Sementara dari data kegempaan terjadi gempa Guguran 32 kali, Hembusan 3 kali,  Low Frekuensi 1 kali, Hybrid/Fase Banyak 19 kali, Vulkanik Dangkal 7 kali, dan Tektonik Jauh 1 kali. 

Hingga kini tingkat Aktivitas Gunung Merapi masih ditetapkan pada Level III (Siaga). 

Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta merekomendasikan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. 

Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. 

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (Nuryanto/Buz)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:03
02:32
06:19
12:51
01:04
03:54

Viral