Perang Timur Tengah Memanas, Cadangan BBM DIY Bisa Tahan 20 Kali Konsumsi Normal Hingga Lebaran
- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Yogyakarta, tvOnenews.com - Memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global, termasuk Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG.
Apalagi, kekhawatiran masyarakat kian menjadi menjelang libur lebaran 2026.
Namun demikian, penyedia energi memastikan cadangan BBM di DI Yogyakarta termasuk Jawa Tengah berada di level mencukupi.
Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT), Taufiq Kurniawan menyatakan, stok BBM di Jateng dan DI Yogyakarta untuk Ramadan dan Idulfitri sudah disiapkan jauh-jauh hari sebelum perang Iran dan Israel.
"Kita jamin pasokannya aman," kata Taufiq dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/3/2026).
Dia menuturkan bahwa cadangan BBM pada saat ini bisa tahan untuk 20 kali lipat konsumsi normal.
"Misal, konsumsi BBM di Yogyakarta 10, kemudian stoknya 200. Berarti pada hari ini konsumsi BBM melonjak 20 kali lipat. Kita bisa menanggulangi, karena stoknya ada 20 kali lipat," terang Taufiq.
PT Pertamina memastikan, pasokan BBM di angka 20 kali lipat tetap terjaga seterusnya sampai dengan Desember 2026.
Di Sleman, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat pun memperkuat pengawasan untuk menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat dalam menyambut Idulfitri 1447 H.
Melalui pemantauan langsung di agen dan pangkalan LGP, pemerintah memastikan stok LPG 3 kilogram (kg) berada dalam kondisi aman dengan distribusi yang terjaga kelancarannya.
Pemantauan dilakukan di Agen PT Expra Baru di Nogotirto dan Pangkalan Fajar Group Grosir di Balecatur, Kamis (5/3/2026).
"Alokasi kuota LPG 3 kg untuk wilayah Sleman pada 2026 mencapai 47.014 metrik ton (MT) atau setara dengan 15.671.333 tabung," ucap Susmiarto, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman.
Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kelangkaan saat hari libur nasional, pemerintah daerah telah mengajukan tambahan kuota fakultatif secara bertahap.
Penambahan tersebut mencapai puncaknya pada Maret dengan tambahan sebesar 219.360 tabung, untuk mengimbangi lonjakan permintaan masyarakat jelang lebaran.
Terkait harga, Susmiarto menegaskan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kg tetap stabil mengacu pada Keputusan Gubernur DIY Nomor 457/KEP/2024. Harga di tingkat pangkalan ditetapkan sebesar Rp18.000 per tabung, dengan dukungan distribusi dari 38 agen dan 2.802 pangkalan di seluruh Sleman.
Load more