- tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Polisi Buka Peluang Lanjutkan Kasus Arya Daru Jika Kelurga Temukan Bukti Baru, Kuasa Hukum: Bukti Nyata Tak Maksimal Ditindaklanjuti
"Isi BAP Vara, hanya bertanya seputar hubungannya dengan almarhum. Wanita itu mengatakan mereka adalah teman kerja dan almarhum pernah curhat untuk bunuh diri," ungkap Nicholay.
"Pertanyaan saya kepada penyidik, apakah sudah pernah diperiksa masalah check in tersebut, untuk siapa check in itu, kepentingan apa check in itu, dan siapa yang memesan check in. Itu pun tidak dijawab," sambungnya.
Selain itu, pihaknya juga bertanya adakah pihak-pihak yang merasa dirugikan, tersinggung, atau marah setelah mengetahui kliennya check in bersama Vara karena dari kabar yang beredar, Vara diketahui sudah bersuami.
"Apakah suaminya (Vara) sudah diperiksa? Itu dijawab oleh penyidik tidak pernah diperiksa. Ini menjadi tanda tanya bagi kami. Padahal, ini jadi pintu masuk untuk mengungkap kasus kematian misterius korban sehingga bisa didapat benang merah dari peristiwa ini, siapa berbuat apa," tutur Nicholay.
Lalu, mengenai sopir driver online yang membawa Arya Daru dari Grand Indonesia ke Kantor Kemenlu yang dalam keterangannya menyatakan bahwa almarhum terlihat seperti orang panik dan ketakutan, juga sopir yang dipergunakan dari kantor Kemenlu ke kosnya di Menteng, Jakarta Pusat.
"Kami tanya almarhum menggunakan taksi apa? Tapi, penyidik mengatakan tidak teridentifikasi nomor taksi tersebut," ucapnya.
Terakhir, terkait dengan ponsel almarhum yang sampai saat ini masih hilang. rekaman CCTV di kos Arya Daru yang bergeser dan dikatakan ada yang tidak berfungsi, serta, keterangan dari penjaga kos yang dinilai Nicholay tidak konsisten. (scp/ard)