news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dinding bangunan Daycare Little Aresha dicorat-coret tulisan makian pasca kejadian kekerasan terhadap anak mencuat di yayasan penitipan anak tersebut..
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

32 Anak Korban Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta Rampung Jalani Visum Secara Bertahap

Sebanyak 32 anak yang diduga menjadi korban kekerasan di sebuah tempat penitipan anak (daycare) Little Aresha Yogyakarta telah selesai menjalani proses visum et repertum secara bertahap oleh tim medis bersama pihak berwenang.
Jumat, 15 Mei 2026 - 22:28 WIB
Reporter:
Editor :

Yogyakarta, tvOnenews.com - Sebanyak 32 anak yang diduga menjadi korban kekerasan di sebuah tempat penitipan anak (daycare) Little Aresha Yogyakarta telah selesai menjalani proses visum et repertum secara bertahap oleh tim medis bersama pihak berwenang.

Proses ini dilakukan guna melengkapi alat bukti dalam proses hukum yang sedang berjalan.

Perwakilan tim hukum Peduli Anak Yogyakarta, Suki Ratnasari mengatakan bahwa saat ini, tim khusus telah dibentuk untuk melakukan pemeriksaan medis secara bertahap terhadap para korban.

"Kemarin yang urgent (divisum) itu 32 anak, terus nanti bertahap lagi 30-an anak lagi," katanya saat dihubungi, Jumat (15/5/2026).

Perempuan yang akrab disapa Kiki menyebut, puluhan anak yang divisum merupakan mereka yang dievakuasi saat penggerebekan pada 24 April 2026 lalu.

Menurutnya, hasil visum ini tidak hanya berfokus pada luka fisik, melainkan juga menyasar psikis maupun tumbuh kembang anak.

"Visumnya itu akan melihat secara fisik psikis maupun tumbuh kembang. Kami juga harus mengetahui misalnya keterlambatan tumbuh kembangnya anak itu apakah ada kaitannya dengan perlakuan yang dialaminya selama di daycare," terang Kiki.

Berdasarkan laporan awal dari sejumlah orang tua korban, ungkap Kiki, mereka menemukan adanya indikasi luka fisik yang butuh penelusuran lebih lanjut.

Pasalnya, beberapa orang tua pernah menunjukkan ada semacam luka bakar, kemerahan atau ruam pada bagian tubuh anak mereka.

"Itu kan kita juga enggak tahu, maka perlu dipastikan melalui visum apakah kemerahan di kulit disebabkan adanya penekanan di talinya (saat diikat) atau karena emang ruam. Sebelumnya, orang tua (korban) mendapat keterangan dari daycare nya itu bilang katanya ini (kemerahan di kulit) karena mainan lego, lalu terluka tapi kok banyak luka bakar gitu," ucap Kiki.

Ia juga menyebutkan bahwa hasil visum nantinya juga akan menjadi dasar dalam penghitungan restitusi bagi korban.

Terpisah, Deddy Sukmadi selaku tim hukum Peduli Anak Yogyakarta lainnya mengungkap bahwa setidaknya ada 130 orang tua yang memberikan kuasa kepadanya untuk mendampingi hingga perkara ini bergulir di meja persidangan.

"Kami tetap mengawal perkara tersebut dari mulai penyidikan hingga adanya keputusan pengadilan," tegasnya. (scp/buz)

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:06
05:01
05:14
03:43
03:22
03:33

Viral