- Sri Cahyani Putri
Karya Seniman Asal Yogyakarta Terpilih untuk Dipamerkan dalam Pameran yang Digelar Kedutaan Besar Prancis
Yogyakarta, tvOnenews.com - Kedutaan Besar Prancis di Indonesia melalui Institut Français d'Indonésie (IFI), bekerja sama dengan Ellipse Art Projects, mempersembahkan pameran bertajuk “Passage”. Pameran ini menampilkan karya-karya tunggal seniman Indonesia, Candrani Yulis.
Pameran ini menandai terpilihnya sang seniman untuk berpartisipasi dalam Lyon Biennale of Contemporary Art ke-18, salah satu ajang seni kontemporer internasional terkemuka di Eropa, di mana ia akan memamerkan karya commission art baru mulai 19 September 2026 hingga 3 Januari 2027.
Selain itu, diungkapkan oleh Direktur IFI Yogyakarta, Margaux Nemmouchi mengatakan bahwa Passage merealisasikan ambisi yang tertuang dalam Deklarasi Borobudur mengenai Strategi Budaya Bersama antara Prancis dan Indonesia, yang diadopsi oleh Presiden Prabowo dan Presiden Macron pada Mei 2025.
"Deklarasi ini menjalin hubungan Prancis dan Indonesia untuk mengembangkan program residensi lintas disiplin guna memperkuat pertukaran antara seniman dan penulis serta membangun jaringan profesional yang berkelanjutan antara kedua negara," terang Margaux.
Deklarasi tersebut secara khusus menyoroti keberhasilan KOTA – sebuah program residensi seniman yang dikembangkan melalui kerja sama dengan Cité Internationale des Arts di Paris yang memberikan kesempatan kepada seniman Indonesia untuk mendapatkan pendampingan profesional di Prancis. Di sisi lain, seniman Prancis juga memberikan kontribusinya pada lembaga-lembaga budaya di Indonesia.
Program residensi Candrani Yulis di Cité Internationale des Arts awal tahun ini menjadi dasar terpilihnya seniman asal Yogyakarta itu untuk berpartisipasi dalam Lyon Biennale. Candrani adalah seniman multidisiplin yang berkarya di bidang instalasi, fotografi, dan video. Sejak memamerkan karyanya pada tahun 2018, ia telah mengembangkan praktik seni yang berakar pada riset, eksplorasi tema-tema seputar ingatan, sistem keyakinan, identitas, dan pengalaman perempuan.
Melalui pameran “Passage”, pengunjung diajak untuk menjelajahi sejumlah karya yang menelusuri evolusi praktik artistik Candrani Yulis. Dengan memadukan instalasi, fotografi, dan video yang mengeksplorasi tema-tema seputar ingatan, identitas, sistem keyakinan, dan pengalaman perempuan. sekaligus menampilkan beberapa karya penting yang telah membentuk perjalanan artistiknya menuju Lyon Biennale. Pameran ini juga memberikan gambaran awal mengenai riset yang mendasari karya seni baru yang sedang ia kembangkan untuk dipamerkan di Prancis.
Kurator pameran, Farah Wardani menjelaskan bahwa pameran ini menunjukkan perjalanan sang seniman dalam belajar maupun melepaskan apa yang dipelajarinya.
“Passage mencerminkan perjalanan berkelanjutan Candrani Yulis dalam ‘belajar dan melepaskan apa yang telah dipelajari’. Melalui karya-karya yang berakar pada pengalaman pribadi, ia mengajak penonton untuk merenungkan identitas, sistem keyakinan, dan norma-norma sosial yang membentuk kehidupan kita. Alih-alih memberikan jawaban yang pasti, praktik seninya membuka ruang untuk dialog, mendorong kita untuk merangkul kompleksitas, mempertanyakan asumsi, dan menghargai berbagai nuansa di antara kepastian dan keraguan,” tuturnya.
Pameran ini telah dibuka pada 14 Juli 2026 lalu dan akan digelar hingga 24 Juli 2026 mendatang di IFI Yogyakarta. Pameran ini dibuka untuk umum secara gratis pada hari Senin hingga Sabtu pukul 08.00-20.00 WIB sebagai bagian dari Jogja Art Week. (Scp/Ard)