Menjaga Atlet Aman dan Antisipasi Resiko Fatal, 24 Wasit Tinju Ikuti Sertifikasi di Yogyakarta
- Tim tvOne - Nuryanto
Yogyakarta, tvOnenews.com - Suasana olahraga tinju seringkali terkesan keras dan penuh ketegangan di atas ring. Namun, di balik sengitnya pertandingan, ada sosok-sosok penengah yang harus tetap tenang, adil, dan jeli.
Untuk urusan yang satu ini, Komisi Tinju Indonesia (KTI) baru saja menggelar pembekalan khusus bertajuk Sertifikasi Wasit/Hakim Nasional di Gravity Camp, Jalan Kaliurang, Sleman, pada Selasa (15/9/2026).
Program ini diikuti oleh 24 wasit dan juri profesional dari berbagai kota, mulai dari Yogyakarta, Semarang, Surabaya, hingga Malang.
Kegiatan ini sekaligus jadi "pemanasan" seru bagi KTI sebelum mereka menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) tahun depan. Penasehat Pengurus Pusat KTI, Dewanto P. Siregar, menyebut langkah ini penting demi memastikan kualitas pertandingan tinju di tanah air makin jempolan.
"Sebelum Rakernas tahun depan, kita melakukan pemanasan dengan menggelar sertifikasi wasit juri profesional," ujar Dewanto, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/9/2026).
Dalam pembekalan kali ini, para peserta diajak berdiskusi dan memperbarui wawasan bersama dua pemateri jagoan: Sekretaris Jenderal KTI Hendra Julio serta Ketua Bidang Perwasitan KTI Erik Suwarna.
Materi yang diberikan pun sangat relevan dan aplikatif. Mulai dari aturan terbaru tinju profesional, cara menghitung skor (scoring) yang presisi, hingga bagaimana menjaga integritas agar tidak gentar saat membuat keputusan krusial di atas ring.
Menariknya, para wasit juga diingatkan bahwa tugas mereka tidak hanya mengamati pukulan jab atau hook, melainkan juga jadi "penjaga gawang" keselamatan atlet. Sebelum bel berbunyi tanda ronde dimulai, wasit wajib memastikan sang petinju benar-benar fit dan lolos pemeriksaan dokter.
"Langkah ini sangat krusial karena jika seorang petinju dinyatakan tidak sehat, wasit harus bersikap tegas dengan segera melarang atlet tersebut untuk bertanding demi menghindari risiko fatal di dalam ring," pesan Dewanto.
"Harapannya tentu simpel: penonton puas melihat pertarungan yang sportif, wasit aman menjalankan tugas, dan para petinju bisa pulang dengan selamat serta senyuman lebar usai bertanding," pungkasnya. (*)
Load more