- Istimewa
Kasus Dugaan Penipuan Kripto Seret Nama Timothy Ronald, Ini Penjelasan Lengkap soal Koin Manta Network
Melansir data CoinMarketCap, koin MANTA sempat mengalami lonjakan harga beberapa bulan setelah peluncurannya pada 18 Januari 2024. Pada 13 Maret 2024, harga MANTA tercatat mencapai US$ 3,915 atau setara Rp 65,9 juta dengan kurs Rp 16.860 per dolar AS.
Namun, kondisi tersebut tidak bertahan lama. Hingga saat ini, harga koin MANTA tercatat anjlok hingga 96,51 persen dan berada di level US$ 0,0789 atau sekitar Rp 1.330.
Profil dan Tujuan Manta Network
Mengacu pada laman resminya, Manta Network dikembangkan oleh tiga pendiri, yakni Victor Ji, Shumo Chu, dan Kenny Li. Proyek ini mulai dikembangkan sejak 2020 dan banyak digunakan dalam ekosistem aplikasi Web3, terutama di sektor keuangan terdesentralisasi atau DeFi.
Keunggulan utama Manta Network terletak pada teknologi privasi yang tetap memungkinkan transparansi dan verifikasi transaksi, tanpa harus mengungkap data sensitif seperti identitas pengguna atau jumlah dana.
Fungsi dan Kegunaan Koin MANTA
Dalam ekosistem Manta Network, koin MANTA memiliki sejumlah fungsi utama, antara lain:
-
Digunakan sebagai biaya transaksi di jaringan Manta Network
-
Digunakan untuk staking, yakni mengunci koin demi menjaga keamanan dan stabilitas jaringan
-
Memberikan hak suara kepada pemilik koin dalam pengambilan keputusan pengembangan jaringan
-
Menjadi insentif atau hadiah bagi pengguna aktif, seperti penyedia likuiditas dan anggota komunitas
Kasus dugaan penipuan ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengikuti rekomendasi investasi kripto, terutama yang menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam waktu singkat. Hingga kini, Polda Metro Jaya masih melakukan pendalaman atas laporan yang masuk. (nsp)