- Antara
Senin Sore! Nilai Rupiah Menguat ke Rp16.782 Per Dolar AS
Jakarta, tvOnenews.com - Senin sore, (26/1/2026), nilai rupiah menguat. Rupiah ditutup naik 38 poin ke level Rp16.782 per dolar AS, dari posisi sebelumnya di Rp16.820 per dolar AS.
Dalam hal ini, Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, penguatan rupiah dipengaruhi oleh kombinasi sentimen eksternal dan domestik yang masih kondusif.
"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 38 point sebelumnya sempat menguat 50 point dilevel Rp.16.782 dari penutupan sebelumnya di level Rp.16.820," beber Ibrahim.
"Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat direntang Rp. 16.750- Rp.16.900," sambungnya.
Dari sisi global, Ibrahim menyebut bahwa pelemahan indeks dolar AS menjadi faktor utama yang mendukung pergerakan rupiah.
Dolar AS tertekan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik dan perdagangan yang melibatkan Amerika Serikat, mulai dari isu hubungan AS dengan sekutu NATO hingga ancaman tarif tinggi terhadap Kanada.
Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar cenderung menahan eksposur terhadap dolar AS.
Selain itu, pasar juga menanti hasil rapat kebijakan Federal Reserve (The Fed). Investor memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya.
Namun, pelaku pasar tetap mencermati arah kebijakan moneter ke depan, terutama terkait peluang penurunan suku bunga pada paruh kedua tahun ini, yang berpotensi menekan dolar AS lebih lanjut.
"Pasar tetap waspada bahwa pilihan Presiden Trump untuk Ketua Fed berikutnya dapat mendorong bank sentral menuju jalur kebijakan yang lebih longgar, menyusul kritiknya yang berulang kali terhadap Ketua Fed saat ini, Jerome Powell, karena tidak memangkas suku bunga secara lebih agresif," bebernya.
Sedangkan dari sisi domestik, menurut Ibrahim sentimen positif datang dari langkah Bank Indonesia (BI) yang konsisten menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
BI melakukan intervensi secara aktif melalui pasar offshore Non-Deliverable Forward (NDF), Domestic NDF (DNDF), serta pasar spot, sehingga mampu meredam volatilitas di pasar valuta asing.
"Penguatan rupiah juga akan didukung cadangan devisa (cadev) yang dinilai lebih dari cukup untuk melakukan upaya stabilisasi nilai tukar," jelasnya.
Terakhir Ibrahim menilai sentimen domestik lainnya datang dari agenda uji kelayakan dan kepatutan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia di DPR RI, yang dinilai pasar dapat memperkuat kepercayaan terhadap kesinambungan kebijakan moneter.
"Thomas dijadwalkan mengikuti fit and proper test pada pukul 16.00-17.00 WIB," pungkasnya. (aag)