news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mantan Ketua MK Hamdan Zoelva yang menjadi Kuasa hukum terdakwa Muhamad Kerry Adrianto..
Sumber :
  • Ist

Kuasa Hukum Kerry Adrianto Bantah Ada Pengaturan Penyewaan Kapal oleh PIS, Hamdan Zoelva: Justru Memberikan Keuntungan

Hamdan Zoelva menyatakan, keterangan para saksi di persidangan justru menguatkan bahwa penyewaan kapal dilakukan berdasarkan kebutuhan operasional PIS tanpa rekayasa.
Minggu, 8 Februari 2026 - 19:27 WIB
Reporter:
Editor :

Dengan kapasitas tersebut, kapal bermuatan hingga 600.000 barel dapat bersandar di dermaga OTM dalam satu kali pengangkutan. Kondisi ini dinilai berperan penting dalam meningkatkan efisiensi distribusi energi nasional.

Selain itu, OTM dilengkapi fasilitas backloading yang memungkinkan distribusi lanjutan menggunakan kapal berukuran lebih kecil sesuai dengan karakteristik dermaga tujuan.

Skema ini dinilai krusial karena banyak terminal lain tidak dapat disandari kapal berkapasitas besar, sehingga peran OTM memastikan pasokan BBM tetap merata secara nasional.

“Tidak ada terminal lain di Indonesia yang memiliki kemampuan serupa. Justru kebijakan ini memberikan keuntungan besar bagi Pertamina,” tegasnya.

Hamdan juga merujuk keterangan para ahli dalam persidangan, mulai dari ahli keuangan negara hingga ahli ekonomi forensik, yang menyimpulkan bahwa penyewaan Terminal OTM justru memberikan manfaat finansial bagi negara.

"Dari perhitungan ahli, Pertamina memperoleh keuntungan sekitar USD 524 juta selama 10 tahun dari penyewaan OTM. Bahkan itu telah dikurangi biaya operasional, masih terdapat keuntungan yang signifikan,” ujarnya.

Ia mempertanyakan klaim kerugian negara yang sebelumnya disampaikan Badan Pemeriksa Keuangan. Menurut Hamdan, jika seluruh data dan metodologi dihitung secara objektif, hasilnya menunjukkan penyewaan OTM berada dalam posisi menguntungkan.

Senada dengan itu, Patra M. Zen menambahkan bahwa keuntungan tersebut akan semakin besar jika dikaitkan dengan kajian Surveyor Indonesia sebagaimana disampaikan dalam kesaksian Alfian Nasution, mantan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga periode 2021–2023.

“Maka dengan demikian, kalau ditambah dengan hitungan dari data kajian Surveyor Indonesia dan kesaksian waktu itu Pak Alfian. Jika dihitung sejak 2021-2025, maka bertambah lagi dari sisi operasional dengan menyewa OTM ini bisa mencapai Rp 8,7 triliun. Efisiensinya adalah keuntungan yang dinikmati oleh Pertamina,” tegas Patra.

Patra juga menyebut total keuntungan yang diperoleh Pertamina dari penyewaan Terminal BBM OTM dapat melampaui Rp 17 triliun. Nilai tersebut berasal dari konversi keuntungan USD 524 juta ditambah efisiensi operasional sekitar Rp 8,7 triliun.

Dengan perhitungan tersebut, Patra mempertanyakan klaim jaksa terkait dugaan kerugian negara sebesar Rp 2,9 triliun. Ia menegaskan bahwa meski dikurangi biaya sewa terminal selama 10 tahun, hasil akhirnya tetap menunjukkan keuntungan signifikan bagi Pertamina. (rpi)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:57
16:35
03:01
06:45
02:08
03:21

Viral