news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi IHSG..
Sumber :
  • Antara

FTSE Russell Tunda Review Indeks Indonesia, Pasar Global Masuk Mode Wait and See

FTSE Russell menunda review indeks Indonesia Maret 2026. Keputusan FTSE membuat investor global wait and see dan menahan katalis teknikal pasar saham.
Selasa, 10 Februari 2026 - 08:44 WIB
Reporter:
Editor :

“Dalam jangka pendek, keputusan FTSE Russell ini bisa mendorong pelaku pasar bersikap lebih defensif. Volatilitas berpotensi meningkat karena pergerakan harga saham lebih berbasis sentimen dibandingkan faktor fundamental,” kata Hendra.

Sejumlah pelaku pasar menilai, penundaan review indeks FTSE juga memperpanjang sikap wait and see investor institusi global terhadap pasar saham Indonesia. Tanpa kepastian arah kebijakan terkait free float dan mekanisme perdagangan, investor cenderung menunda ekspansi eksposur hingga FTSE Russell memberikan kejelasan lanjutan.

Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada perkembangan reformasi pasar modal Indonesia menjelang review kuartalan FTSE berikutnya pada Juni 2026. Berdasarkan jadwal, pengumuman FTSE Russell atas hasil evaluasi tersebut direncanakan pada 22 Mei 2026. Momentum ini dinilai krusial untuk menentukan apakah Indonesia kembali masuk jalur normalisasi dalam indeks FTSE global.

Hendra menilai, kejelasan kebijakan free float serta konsistensi implementasi reformasi yang digaungkan otoritas bursa akan menjadi faktor utama dalam memulihkan kepercayaan FTSE Russell dan penyedia indeks global lainnya. Tanpa kepastian tersebut, peluang masuknya saham-saham Indonesia ke indeks FTSE utama masih berpotensi tertunda.

“Strategi yang lebih rasional bagi investor saat ini adalah tetap selektif, memanfaatkan koreksi di area support untuk akumulasi saham berfundamental kuat, sambil menjaga disiplin manajemen risiko di tengah volatilitas yang masih tinggi akibat ketidakpastian review FTSE,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, analis juga menilai keputusan FTSE Russell ini membuat pasar domestik lebih bergantung pada sentimen internal, seperti kinerja emiten, stabilitas makroekonomi, dan arah kebijakan moneter. Tanpa katalis eksternal dari indeks FTSE, pergerakan IHSG diperkirakan cenderung bergerak fluktuatif dalam jangka pendek.

Meski begitu, sebagian pelaku pasar tetap optimistis bahwa jika reformasi pasar modal Indonesia dapat dijalankan secara konsisten, maka FTSE Russell berpeluang kembali melanjutkan review indeks dan membuka peluang arus dana pasif asing masuk ke saham-saham domestik. Hal ini dinilai penting untuk menjaga likuiditas dan daya tarik pasar saham Indonesia di mata investor global. (nsp)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:50
01:49
00:45
02:17
01:12
00:52

Viral