news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Drama OJK dan Efek Domino ke IHSG, Analis Ungkap Akar Masalah Bukan Sekadar Teknis.
Sumber :
  • istimewa - antaranews

Putusan Mahkamah Agung AS Jadi Angin Segar Pasar Modal, IHSG Diprediksi Menguat Pekan Depan

Sentimen putusan Mahkamah Agung AS dan kebijakan global dorong IHSG berpotensi menguat pekan depan, ditopang stabilitas ekonomi dan kebijakan Bank Indonesia.
Senin, 23 Februari 2026 - 08:30 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Sentimen positif dari Amerika Serikat diperkirakan akan menjadi pendorong pergerakan pasar keuangan Indonesia pada pekan depan. Keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat terkait kebijakan tarif Presiden Donald Trump dinilai memberikan kepastian baru di tengah ketidakpastian global, sehingga berdampak konstruktif terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Ekonom keuangan sekaligus praktisi pasar modal Hans Kwee menilai, kepastian hukum atas kebijakan perdagangan tersebut menjadi katalis yang mampu meredakan kekhawatiran investor global. Dengan meredanya tekanan eksternal, aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia, berpotensi kembali menguat.

“IHSG berpeluang bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat,” ujarnya. Secara teknikal, indeks diperkirakan memiliki area support di kisaran 7.861–8.170 dan resistance pada rentang 8.251–8.596.

Tarif Global Dinilai Tidak Terlalu Agresif

Kebijakan tarif global sebesar 10 persen yang diterapkan selama 150 hari juga dinilai tidak memberikan tekanan berlebihan terhadap perdagangan dunia. Besaran tarif yang relatif moderat membuat pelaku pasar melihat kebijakan tersebut sebagai langkah proteksi terbatas, bukan eskalasi perang dagang.

Kondisi ini memberi ruang bagi pasar negara berkembang untuk tetap tumbuh tanpa gangguan signifikan terhadap rantai pasok maupun kinerja ekspor.

Bagi Indonesia, stabilitas tersebut penting karena investor global cenderung kembali memburu aset dengan imbal hasil lebih tinggi ketika risiko global mulai terkendali.

Data Ekonomi AS Campuran, Harapan Penurunan Suku Bunga Masih Ada

Di sisi lain, data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan gambaran yang beragam. Produk domestik bruto (PDB) riil AS tercatat hanya tumbuh 1,4 persen pada kuartal IV-2025, sementara secara tahunan ekonomi AS tumbuh 2,2 persen sepanjang 2025.

Namun, inflasi berbasis Personal Consumption Expenditures (PCE) masih berada di level 3 persen pada Desember 2025 atau lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Kondisi ini membuat peluang penurunan suku bunga acuan oleh The Federal Reserve dalam waktu dekat menjadi lebih kecil.

Meski demikian, pelaku pasar masih berharap akan ada dua kali pemangkasan suku bunga sepanjang tahun ini. Ekspektasi pelonggaran moneter tersebut tetap menjadi faktor yang menopang optimisme di pasar saham global.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:45
06:58
03:41
03:03
02:58
01:58

Viral