news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tim Pakar Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Fithra Faisal Hastiadi.
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews

Perjanjian Dagang RI-AS Terancam ‘Gugur’ usai MA AS Batalkan Tarif Trump, Bakom: Ada Peluang 19 Persen Tak Berlaku!

Dibatalkannya tarif Trump oleh MA Amerika Serikat sontak memicu konsekuensi besar, apakah perjanjian dagang yang telah disepakati dengan RI masih memiliki kekuatan?
Rabu, 25 Februari 2026 - 16:22 WIB
Reporter:
Editor :

Menurut Fithra, justru karena Indonesia sudah lebih dulu meneken ART, posisi tawar Jakarta relatif lebih aman jika Washington benar-benar mengaktifkan kembali tarif tersebut.

“Nah jadi dengan kondisi seperti itu, lebih untung kita sudah bernegosiasi lebih awal. Karena apa? Kita sudah lebih pasti. Kalau kita belum bernegosiasi, artinya kita bisa jadi subject to tarif. Jadi tarif atau potensi pengenaan tarif yang bahkan jauh lebih besar lagi,” sebut Fithra.

Ia juga mengungkapkan, di balik polemik tarif resiprokal, Indonesia sebenarnya mengamankan keuntungan strategis lain yakni akses tarif 0 persen untuk ekspor 1.819 produk ke pasar Amerika Serikat. Kesepakatan ini berdiri di atas dasar hukum berbeda dari aturan yang dibatalkan MA AS, sehingga peluangnya bertahan masih terbuka.

“Nah, sementara kita punya executive order yang berbeda, yang 1819 post tariff atau produk yang subject to 0 persen itu, itu bisa jadi akan tetap in place. Tapi semuanya ini kita back to drawing board lah, kurang lebih,” ujar Fithra.

Dengan kata lain, masa depan ART kini tidak sepenuhnya ditentukan oleh meja perundingan, melainkan oleh dinamika hukum dan politik domestik Amerika Serikat. Indonesia pun bersiap kembali ke meja negosiasi, kali ini dengan kalkulasi baru. (agr/rpi)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:11
07:34
05:04
05:03
03:45
05:51

Viral