news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Harga Minyak Dunia.
Sumber :
  • Antara

Perang Iran–Israel Buka Kotak Pandora Energi, Harga Minyak Dunia Terancam Tembus US$100

CORE Indonesia memperingatkan konflik Iran–Israel bisa memicu lonjakan harga minyak dunia hingga US$100 per barel, terutama jika Selat Hormuz terganggu.
Minggu, 1 Maret 2026 - 12:01 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Eskalasi konflik bersenjata antara Iran dan Israel dinilai berpotensi mengguncang pasar energi global. Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, memperingatkan bahwa konflik ini bisa memicu lonjakan tajam harga minyak dunia, terutama jika berlangsung berkepanjangan dan mengganggu jalur distribusi utama.

Saat dihubungi di Jakarta, Minggu (1/3/2026), Faisal menyebut harga minyak mentah global saat ini masih berada di kisaran 70 dolar AS per barel. Namun situasi tersebut sangat rentan berubah seiring meningkatnya intensitas konflik di Timur Tengah.

“Kalau konflik ini berlanjut dan eskalasinya makin luas, harga minyak sangat mungkin naik ke level 80 dolar AS per barel. Itu skenario awal yang realistis,” kata Faisal.

Selat Hormuz Jadi Titik Kritis

Menurut Faisal, risiko terbesar berada pada potensi terganggunya pasokan minyak melalui Selat Hormuz, jalur sempit namun vital yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia. Sekitar 20 persen perdagangan minyak global melewati selat ini setiap hari.

Jika konflik Iran–Israel menyeret kawasan Teluk ke dalam pusaran perang terbuka dan distribusi minyak di Selat Hormuz terganggu, Faisal menilai harga minyak bisa melonjak jauh lebih ekstrem.

“Kalau pasokan di Selat Hormuz terganggu, harga bisa menembus 100 dolar AS per barel. Itu sudah masuk zona harga sangat tinggi, bahkan mendekati rekor,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa dunia sudah lama tidak mengalami lonjakan harga minyak setinggi itu. Kenaikan terakhir dengan skala serupa terjadi pada awal perang Rusia–Ukraina, ketika ketidakpastian geopolitik memicu kepanikan pasar energi global.

Konflik Berisiko Jadi Perang Regional

Faisal menilai konflik Iran–Israel saat ini memiliki potensi besar untuk meluas menjadi konflik regional, terlebih dengan keterlibatan langsung Amerika Serikat. Dukungan dari negara-negara besar yang berada di belakang masing-masing pihak juga dinilai bisa memperpanjang durasi konflik.

“Kalau Amerika Serikat makin dalam terlibat, lalu ada respons dari China atau negara-negara lain yang mendukung Iran, eskalasinya bisa sangat panjang. Ini bukan konflik jangka pendek,” kata Faisal.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:35
02:39
01:06
04:15
02:02
08:19

Viral