news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Harga Minyak Dunia.
Sumber :
  • Antara

Perang Iran–Israel Buka Kotak Pandora Energi, Harga Minyak Dunia Terancam Tembus US$100

CORE Indonesia memperingatkan konflik Iran–Israel bisa memicu lonjakan harga minyak dunia hingga US$100 per barel, terutama jika Selat Hormuz terganggu.
Minggu, 1 Maret 2026 - 12:01 WIB
Reporter:
Editor :

Ia menambahkan, pasar minyak global sangat sensitif terhadap risiko geopolitik. Bahkan tanpa gangguan fisik pada pasokan, sentimen ketidakpastian saja sudah cukup untuk mendorong harga naik tajam akibat spekulasi dan pengamanan stok oleh negara-negara konsumen besar.

Dampak Langsung ke Indonesia

Lonjakan harga minyak dunia, menurut Faisal, hampir pasti akan berdampak ke dalam negeri. Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi konsekuensi yang sulit dihindari, terutama untuk BBM nonsubsidi yang mengikuti harga pasar internasional.

“BBM nonsubsidi hampir pasti naik. Itu mekanisme pasar. Yang menjadi persoalan serius adalah jika tekanan harga ini berlanjut dan memaksa pemerintah melakukan penyesuaian pada BBM bersubsidi,” ujarnya.

BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar, yang banyak digunakan masyarakat kelas menengah ke bawah dan sektor logistik, dinilai sangat sensitif terhadap perubahan harga. Kenaikan harga pada segmen ini berpotensi menimbulkan efek berantai ke berbagai sektor ekonomi.

Ancaman Inflasi dan Daya Beli

Faisal mengingatkan, kenaikan harga BBM tidak hanya berdampak pada biaya transportasi, tetapi juga akan mendorong inflasi secara luas. Biaya logistik meningkat, harga barang kebutuhan pokok terdorong naik, dan pada akhirnya menekan daya beli masyarakat.

“Peningkatan harga energi hampir selalu berujung pada inflasi. Kalau daya beli turun, pertumbuhan ekonomi juga bisa ikut tertekan,” katanya.

Dalam kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil, tekanan tambahan dari sektor energi dinilai bisa menjadi beban berat bagi negara berkembang seperti Indonesia.

Eskalasi Militer Masih Berlanjut

Konflik Iran–Israel sendiri terus memanas. Pada Sabtu (28/2/2026), Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target strategis di Iran, termasuk ibu kota Teheran, yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban sipil.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Media resmi Iran juga melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan tersebut.

Menyusul konfirmasi kematian Khamenei, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan dimulainya “operasi ofensif paling brutal dalam sejarah angkatan bersenjata Iran”. Pernyataan itu semakin memperkuat kekhawatiran dunia bahwa konflik belum akan mereda dalam waktu dekat.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:35
02:39
01:06
04:15
02:02
08:19

Viral