- Dok. BRI
Andalkan BRImo dan QRIS, BRI Tetap Siapkan Uang Tunai Rp25 Triliun untuk Lebaran 2026
Jakarta, tvOnenews.com - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyiapkan dana tunai sebesar Rp25 triliun untuk memenuhi kebutuhan penarikan uang masyarakat menjelang Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1447 H atau Lebaran 2026.
Dana tersebut berasal dari kas internal perusahaan yang dialokasikan khusus untuk mengantisipasi peningkatan transaksi tunai selama periode hari raya.
Direktur Operasional BRI, Hakim Putratama, menyampaikan bahwa selama periode Lebaran sejumlah kantor layanan BRI tetap beroperasi secara terbatas.
Kantor cabang dan kantor kas akan buka pada 18, 20, 23, dan 24 Maret 2026, mulai pukul 08.00 hingga 15.00, dengan layanan yang difokuskan pada transaksi setor dan tarik tunai.
"Persediaan kas kita siapkan tahun ini Rp25 triliun dari saldo kas BRI ada Rp19,7 triliun ditambah kebutuhan kas selama 7 hari masa kerja yaitu sekitar Rp5,3 triliun," ungkap Hakim saat acara Buka Bersama di Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2026).
Hakim menjelaskan, jumlah uang tunai yang disiapkan tahun ini lebih kecil dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Pada 2024, BRI menyiapkan Rp29 triliun untuk periode layanan selama 10 hari.
Sementara pada 2025, jumlahnya mencapai Rp27 triliun untuk 11 hari layanan. Tahun ini, alokasi kas turun menjadi Rp25 triliun dengan periode layanan selama tujuh hari.
Penurunan kebutuhan uang tunai pada periode layanan Idul Fitri 2026 terjadi karena meningkatnya penggunaan transaksi digital, terutama melalui QRIS dan layanan mobile banking BRImo.
"Itu (QRIS dan mobile banking) yang memberikan impact yang luar biasa terhadap penurunan ketersediaan cash," kata Hakim.
"Kita akan lihat di tahun-tahun berikutnya apakah nanti akan naik atau turun. Tapi sekarang trennya sedang turun karena memang tren belanja dengan QRIS dan penggunaan di BRImo itu lumayan tinggi," ia menjelaskan.
- IG @hakim.putratama
Hingga Desember 2025, jumlah pengguna BRImo tercatat mencapai 45,9 juta orang atau tumbuh 18,9 persen secara tahunan.
Sementara itu, nilai transaksi melalui BRImo mencapai Rp7.076,9 triliun atau meningkat 26,4 persen secara tahunan.
Tren positif juga terlihat pada penggunaan QRIS BRI. Volume transaksi meningkat hingga 100 persen menjadi Rp85,6 triliun, sementara jumlah transaksi tumbuh 127,5 persen hingga menembus lebih dari 782,8 miliar transaksi.
Meski alokasi uang tunai tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, BRI memastikan jumlah tersebut tetap mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran.
Hal ini didukung oleh semakin luasnya penggunaan layanan perbankan digital oleh nasabah, baik untuk kebutuhan belanja maupun perjalanan mudik.
"Jangan khawatir itu sudah dianalisa seoptimal mungkin bahwa Rp25 triliun itu akan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan kas nasabah yang lagi mudik atau untuk belanja," jelas Hakim.
Selain menyiapkan dana tunai, BRI juga memastikan kesiapan infrastruktur layanan untuk mendukung kelancaran transaksi nasabah.
Jaringan tersebut mencakup 9.657 unit ATM dan mesin setor tarik atau Cash Recycling Machine (CRM), lebih dari 280.000 mesin EDC, sekitar 1,2 juta agen BRILink, serta lebih dari 4,6 juta titik pembayaran berbasis QRIS.
"Kami berkomitmen untuk menjaga semua jaringan yang tersedia ATM, EDC, dan kemudian CRM itu selalu dijaga di level di atas 99 persen, sehingga errornya akan diminimalkan. Kemudian contact center kita ada 24 jam ready Baik voice, non-voice, maupun self-service channel," tandas Hakim. (rpi)