news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteti Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia..
Sumber :
  • Setpres

Pemerintah Tambah 13 Item Hilirisasi, Total Investasi Sekitar Rp239 Triliun

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah akan menambah 13 item hilirisasi dengan total investasi sekitar Rp239 triliun dan saat ini sedang finalisasi.
Kamis, 26 Maret 2026 - 15:26 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteti Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah akan menambah 13 item hilirisasi dengan total investasi sekitar Rp239 triliun.

Hal itu disampaikan usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat, Rabu (23/3/2026).

Bahlil menyebut total proyek hilirisasi tahap pertama berjumlah 20 proyek. Sebagian dari total tersebut sudah memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking. Pemerintah akan kembali melakukan groundbreaking pada bulan depan.

“Kemudian kita tambah lagi ada 13 item hilirisasi yang total investasinya kurang lebih sekitar 239 triliun (rupiah) dan akan kita bahas finalisasi,” kata Bahlil, dikutip Kamis (26/3/2026).

Dia mengatakan Prabowo memerintahkan untuk memaksimalkan seluruh energi domestik, termasuk biodiesel berbasis crude palm oil (CPO) dan etanol. 

“Termasuk kita bagaimana mendorong agar transisi energi lewat energi baru terbarukan juga kita bisa kita lakukan,” jelas Bahlil.

Selain itu, Prabowo juga meminta agar pengelolaan sumber daya alam tetap mengutamakan kepentingan negara.

“Bapak Presiden memerintahkan kepada saya untuk bagaimana memperhatikan kepentingan negara, prioritas di atas segala-galanya dan kita menjaga sumber daya alam kita,” jelas Bahlil.

“Sumber daya alam kita ini merupakan aset negara dan karena itu bahkan Bapak Presiden tadi juga memerintahkan untuk mencari sumber-sumber pendapatan di sektor mineral yang selama ini belum adil bagi negara,” lanjutnya.

Singgung Nikel dan Batu Bara

Dalam rapat tersebut, dia juga melaporkan harga terkini komoditas energi dan mineral, khususnya nikel dan batu bara. Bahlil menyebut sampai saat ini belum ada perubahan kebijakan terkait pengelolaan nikel dan batu bara.

“Andaikan pun kalau harganya stabil terus, bagus, kita akan bagaimana membuat relaksasi tapi terukur terhadap perencanaan produksi,” kata dia.

Bahlil menyebut saat ini semuanya masih sesuai kebutuhan supply dan demand, serta batas-batas koordinasi dengan pasar.

“Yang penting adalah kita inginkan harganya bagus terus, kita doakan harga batu bara bagus, harga nikel bagus, kemudian kita akan bagaimana melakukan relaksasi terukur,” tandasnya.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:55
01:36
04:14
01:26
05:42
01:15

Viral