- tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Pemerintah Lebur 15 BUMN Bidang Logistik Jadi Satu Entitas, Target Rampung Mei 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah mempercepat langkah besar dalam transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan menggabungkan 15 perusahaan logistik menjadi satu entitas nasional.
Konsolidasi ini ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan ke depan, sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing sektor logistik Indonesia.
Kepala BP BUMN Dony Oskaria menegaskan, bahwa proses penggabungan tersebut sudah berjalan dan kini memasuki tahap percepatan. Langkah ini diyakini akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem logistik nasional yang lebih efisien dan terintegrasi.
“Kita akan mengonsolidasikan 15 (BUMN logistik), sudah mulai prosesnya. InsyaAllah juga dalam satu bulan ini akan selesai dan akan kita announce 15 perusahaan menjadi satu perusahaan logistik nasional,” ujarnya, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Rabu (8/4/2026).
Dalam skema konsolidasi tersebut, PT Pos Indonesia disiapkan sebagai perusahaan jangkar yang akan memimpin integrasi berbagai entitas logistik milik negara. Nantinya, perusahaan ini akan membawahi sejumlah anak usaha strategis di sektor logistik.
Beberapa entitas yang akan berada dalam ekosistem baru ini antara lain PT Semen Indonesia Logistik, PT Pupuk Indonesia Logistik, serta PT KAI Logistik. Penggabungan ini diharapkan mampu menciptakan rantai pasok yang lebih solid dan kompetitif.
Menurut Dony, konsolidasi ini bukan sekadar penggabungan administratif, melainkan bagian dari restrukturisasi menyeluruh BUMN yang ditargetkan rampung pada 2026. Tujuannya adalah menciptakan model bisnis yang lebih efektif, efisien, dan mampu bersaing di tingkat global.
“InsyaAllah mudah-mudahan semakin cepat proses transformasi BUMN dan semakin terasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia,” imbuh dia.
Dorongan restrukturisasi ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya rasionalisasi jumlah BUMN. Pemerintah ingin memastikan setiap entitas negara beroperasi dengan fokus yang jelas dan kinerja yang optimal.
Presiden Prabowo sebelumnya juga menilai konsolidasi terbukti efektif meningkatkan kinerja, merujuk pada keberhasilan pembentukan Badan Pengelola Investasi Danantara yang mencatat kinerja signifikan pada tahun pertamanya.
“Jadi, premis kita ternyata benar. Konsolidasi satu manajemen dengan rasional, dengan standar-standar terbaik dunia, return on asset saya terima di atas 300 persen,” ujar Prabowo.