- Instagram @menkeuri
Menteri Keuangan Indonesia Bantah Proyeksi Bank Dunia, Yakin Ekonomi RI 2026 Tembus di Atas Target
Menteri Keuangan Indonesia menilai bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh faktor eksternal, tetapi juga oleh kekuatan domestik seperti konsumsi, investasi, dan belanja pemerintah.
Untuk itu, Menteri Keuangan Indonesia memastikan bahwa berbagai program strategis akan terus dijalankan, termasuk optimalisasi sektor keuangan agar mampu menopang pertumbuhan.
“Kita akan pastikan semua mesin ekonomi berjalan. Sistem keuangan juga harus siap mendukung pertumbuhan,” jelas Menteri Keuangan Indonesia.
Optimisme Menteri Keuangan Indonesia: Ekonomi Akan Terjaga
Meski mengakui adanya tantangan global, Menteri Keuangan Indonesia tetap optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di jalur yang positif.
Ia bahkan menyebut bahwa strategi ekonomi yang diterapkan pemerintah memiliki pendekatan khas yang belum tentu sepenuhnya dipahami oleh lembaga internasional seperti Bank Dunia.
“Mungkin saja mereka benar, tapi saya yakin kondisi kita sudah membaik dan akan terus dijaga,” kata Menteri Keuangan Indonesia.
Optimisme ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan melalui kebijakan fiskal yang adaptif dan responsif terhadap dinamika global.
Bank Dunia Turunkan Proyeksi Ekonomi Indonesia
Sebelumnya, Bank Dunia dalam laporan East Asia & Pacific Economic Update edisi April 2026 memang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7% dari sebelumnya 4,8%.
Penurunan ini dipicu oleh sejumlah faktor, di antaranya:
-
Kenaikan harga minyak global
-
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah
-
Sentimen penghindaran risiko investor
Bank Dunia juga mencatat bahwa tekanan tersebut hanya sebagian diimbangi oleh penerimaan dari sektor komoditas dan program investasi pemerintah.
Menteri Keuangan Indonesia Hadapi Tantangan Global
Tidak hanya Indonesia, perlambatan juga diproyeksikan terjadi di kawasan Asia Timur dan Pasifik. Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan regional berada di angka 4,1% pada 2026, turun dari proyeksi sebelumnya 4,4%.
Namun demikian, Menteri Keuangan Indonesia tetap melihat peluang di tengah tantangan global tersebut. Dengan strategi fiskal yang tepat, Indonesia dinilai mampu menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan.
Perbedaan pandangan antara Menteri Keuangan Indonesia dan Bank Dunia ini mencerminkan dinamika dalam membaca arah ekonomi global. Di satu sisi, lembaga internasional cenderung berhati-hati, sementara pemerintah Indonesia menunjukkan keyakinan tinggi terhadap kekuatan domestik. (nsp)