news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi lomba burung kicau..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Satria

Mendag Sebut Nilai Ekonomi Burung Kicau Bisa Tembus Rp2 T, Perputaran Uang Kicau Mania Sentuh UMKM hingga Industri

Mendag menyebut aktivitas lomba burung berkicau tidak hanya berkaitan dengan hobi, melainkan punya potensi perputaran ekonomi besar yang menyentuh UMKM hingga industri.
Minggu, 3 Mei 2026 - 18:42 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut bahwa ekosistem burung kicau di Indonesia punya potensi ekonomi yang signifikan.

Mendag memperkirakan, perputaran ekonomi ekosistem burung kicau yang dilombakan bisa tembus di kisaran Rp1,7 triliun hingga Rp2 triliun.

Menurutnya, potensi tersebut berpeluang terus tumbuh. Peningkatan ini seiring makin maraknya lomba burung berkicau di berbagai daerah alias demam kicau mania.

“Kalau lomba burung berkicau semakin banyak, maka dampaknya juga semakin besar. Kalau kita lihat nilai ekonomi dibalik kicau burung itu sekitar Rp1,7 sampai Rp2 triliun. Ekspor kita burung hias itu tahun lalu sekitar Rp12,5 miliar,” ucap Mendag Budi Santoso dalam Festival Lomba Burung Berkicau dan Kuliner UMKM yang digelar di Jakarta, Minggu (3/5/2026).

Menteri Perdagangan, Budi Santoso
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Ia menjelaskan, aktivitas lomba burung berkicau tidak hanya berkaitan dengan hobi. Sebab, kegiatan kicau mania juga memantik pertumbuhan sektor usaha yang terhubung dalam satu rantai ekosistem, mulai dari peternak, pelaku penangkaran (breeding), hingga industri penunjang seperti pakan dan perlengkapan.

“Karena ini burung ternak, jadi peternaknya semakin banyak, breeding semakin banyak, kemudian pembuat sangkar burung semakin banyak, pabrik pakan semakin banyak, peternak jangkrik juga banyak, karena jangkrik salah satu makanan burung, kemudian juga tentu penjual, penjualnya akan semakin banyak,” katanya saat menjelaskan soal potensi perputaran ekonomi dalam aktivitas penghobi burung.

Lebih lanjut, ia menegaskan pengembangan ekosistem burung berkicau juga selaras dengan upaya pelestarian lingkungan.

Sebab, burung yang dilombakan berasal dari hasil penangkaran, bukan tangkapan liar, sehingga tidak mengganggu populasi di habitat aslinya.

“Ingin memperkenalkan kepada kita semua, bagaimana kita mencintai lingkungan, bagaimana kita melestarikan burung-burung kicau, dan kita sama sekali yang dilombakan bukan burung liar, jadi burung ternak,” katanya lagi.

Lebih lanjut, Budi mengklaim bahwa pemerintah berkomitmen mendorong penyelenggaraan lomba burung berkicau yang lebih tertata dan semakin berkembang ke depan. (ant/rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:19
00:56
01:17
00:47
01:51
01:23

Viral